berita

IA ITB Siap Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa Cianjur

Jumat, 9 Desember 2022 | 20:30 WIB
Kamis, 8 Desember 2022, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Iinstitut Teknologi Bandung (PP IA ITB) Gembong Primadjaja bersama Wakil Ketua Umum PP IA ITB Denda Alamsyah didampingi staf khusus IA ITB Abdul. Luky melakukan kunjungan ke pendopo Kab. Cianjur. Kunjungan diterima ASDA II Budi R. Toyib (Dok. IA ITB)

Baca Juga: Diikuti 1.400 Pelari, Kaldera Toba Marathon IA-ITB 2022 Sukses Digelar

“Supaya tidak tumpang tindih, kita berkordinasi untuk  informasi bantuan yang mau kita berikan. Tahap pertama pemerintah memberikan bantuan kepada 8.000 unit rumah. Perlu diketahui, bahwa jumlah rumah yang rusak parah sebanyak 12.000 unit, sedangkan jumlah total rumah yang terdampak gempa bumi baik ringan, sedang maupun rusak parah, sebanyak 47.000 unit rumah,” ujar Denda.

Kerusakan rumah akibat gempa tersebut mulai dari kerusakan ringan, sedang dan kategori rumah rusak berat. Rencananya, Rabu pekan depan (14/12/22) , jika tidak ada halangan, Gembong Primadjaja bersama Denda Alamsyah akan kembali mengunjungi Kabupaten Cianjur.

Denda menjelaskan bahwa bantuan berupa bangunan huntara menggunakan sistemnya knockdown, sehingga bisa dipindahkan sesuai kondisi, bahkan bisa dijadikan sebagai rumah ibadah.

Baca Juga: IA ITB : Hentikan Politisasi Banjir Jakarta

Menurut Denda, IA ITB akan memberikan bantuan huntara sebanyak 100 unit. Luas dari huntara tiap lokasi berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain itu, pihaknya akan kordinasi soal perizinan pembangunan huntara di beberapa titik wilayah terdampak bencana gempa bumi.

“Setiap tempat itu mungkin beda-beda, harus koordinasi dengan Pemkab. Ya kan urusan tanahnya juga nanti kan harus berkoordinasi, ada izin juga dari dari pemerintah. Kalau mau bangun disitu, akan menggunakan tanah siapa? jangan sampai, alih-alih membantu malah jadi masalah,” jelas Denda.

“Di lapangan nanti kita akan kolaborasinya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lokasi mana saja yang paling diperlukan, juga ukuran besar kecilnya huntara seperti apa,” tutup Denda.***

Halaman:

Tags

Terkini