KABAR ALAM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah berupaya memacu beberapa agenda penting untuk mengatasi tantangan global.
Upaya tersebut melalui peningkatan daya saing industri dan perluasan iklim investasi, optimalisasi nilai tambah dalam negeri, hilirisasi untuk mendorong industrialisasi, peningkatan konektivitas wilayah, pemanfaatan bonus demografi, mitigasi pengaruh perubahan iklim, hingga penguatan sistem ketahanan pangan dan energi.
Hal itu disampaikan Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech pada kegiatan Diskusi Publik dan Peluncuran Proyek FOLUR Indonesia, Senin, 29 Agustus 2022.
Baca Juga: Penghentian Pembangkit Listrik Bertenaga Gas Harus Segera Dilakukan
“Terkait dengan pembangunan sistem ketahanan pangan perlu dilakukan penerapan prinsip-prinsip berkelanjutan dalam pengelolaan lahan, air, dan ekosistem serta didukung pengelolaan lanskap sehingga diharapkan akan menjadi pilar utama teruwjudnya ketahanan pangan yang tangguh secara berkelanjutan,” ungkap Airlangga dalam keterangan resminya.
Penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan sistem pangan yang terintegrasi dengan manajemen lanskap tersebut dilakukan Pemerintah dengan meluncurkan Proyek Food Systems, Land Use, and Restoration (FOLUR) Indonesia.
Proyek FOLUR tersebut diinisiasi dengan tujuan untuk mendukung transformasi sistem pangan global dengan mempromosikan lanskap yang berkelanjutan dan terintegrasi serta rantai nilai komoditas yang efisien.
Baca Juga: Gakkum KLHK Tingkatkan Intensitas Pengamanan Kawasan Taman Nasional Komodo
Menko Airlangga turut mendukung pelaksanaan dari Proyek FOLUR tersebut dan berharap agar seluruh stakeholders mampu ikut serta dalam mendorong pengelolaan sistem ketahanan pangan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak konkret bagi perekonomian nasional.
“Saya mengajak kepada seluruh stakeholders antar Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, swasta, perguruan tinggi, lembaga swadaya serta petani, untuk bersatu, bersinergi, membangun, dan mengelola sistem pangan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi,” pungkas Menko Airlangga.
Sementara Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, pelaksanaan Proyek FOLUR diharapkan mampu menciptakan model keberlanjutan rantai nilai pada 4 komoditas yang ditargetkan seperti padi, kelapa sawit, kopi, dan kakao melalui penerapan lanskap tata guna lahan yang komprehensif dengan memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, restorasi, dan degradasi lahan.
Baca Juga: BBKSDA Lepas Liarkan Domu, Orangutan yang Sempat Memasuki Kebun Masyarakat
“Proyek FOLUR ini juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan kontribusi yang nyata terhadap pengelolaan lanskap terpadu, yaitu dengan memulihkan fungsi hutan, mengembalikan tingkat keragaman hayati, dan upaya implementasi budidaya pertanian sesuai GAP yang semuanya dilakukan untuk memastikan sistem pangan di Indonesia dapat berkelanjutan dengan baik,” ungkap Musdhalifah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Acting Resident Representative of UNDP Indonesia, serta Representative/Country Director FAO for Indonesia and Timor Leste.***
Artikel Terkait
Dampak Perubahan Iklim Sudah Terasa, Simak Cerita 3 Mahasiswa Unpad Usai Mengikuti Youth Climate Action Camp
Perubahan Iklim: Manusia yang Harus Beradaptasi, Bukanlah Alam
PT RII dan PFAN, Siap Bantu Start Up di Bidang Teknologi yang Peduli Isu Perubahan Iklim
Posisi Unik Sektor Pertanian Dalam Isu Perubahan Iklim, BRIN: Sebagai Penyebab, Korban, Sekaligus Solusi
Pertemuan 3rd G20 EDM-CSWG Diharapkan Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Hidup Dan Perubahan Iklim Global