KABAR ALAM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) mengumumkan sebuah peluncuran kemitraan baru di bidang iklim dan konservasi.
Kemitraan KLHK dan USAID soal iklim dan konservasi itu bertajuk “Perjanjian Bilateral Kerangka Kerja Bilateral FOLU Net Sink.”
Menteri LHK, Siti Nurbaya dan Administrator USAID, Samantha Power menandatangani perjanjian bilateral dan akan mendukung upaya-upaya Indonesia untuk mencapai tujuan FOLU Net Sink 2030.
Baca Juga: Pentas Musik 'Swara Lembah 2023' Digelar di Lempong Balong, Cek HTM dan Paket Berkemahnya!
FOLU Net Sink 2030 ini secara resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo dalam Konferensi COP 26 di Glasgow, November lalu serta telah dituangkan ke dalam Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 yang diterbitkan dengan Surat Keputusan Menteri LHK Februari lalu.
Di bulan Mei 2022 lalu, KLHK telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan USAID Indonesia. MoU ini ditandatangani sebagai bentuk dari dukungan Amerika Serikat terhadap implementasi Rencana Operasional yang akan dilakukan.
MoU ini juga menjadi yang pertama dari beberapa MoU bilateral lainnya yang mendukung FOLU Net Sink 2030.
Baca Juga: Waspadai Potensi Hujan di Batam Sejak Pagi Hari Besok, Rabu 19 Juli 2023
Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia telah mencatat kemajuan yang spektakuler di berbagai bidang konservasi hutan, penurunan laju deforestasi hingga 65 persen selama tujuh tahun terakhir, dan menjadi yang terdepan dalam meningkatkan perlindungan hutan. Kemitraan ini dibangun untuk terus melanjutkan pencapaian-percapaian tersebut.
“Perjanjian Bilateral yang baru ini merupakan tindak lanjut dari Fact Sheet Gedung Putih yang dibahas oleh Presiden Jokowi dan Presiden Biden saat pertemuan bilateral di KTT G20 di Bali tahun lalu,” ujar Siti Nurbaya.
Menurutnya, perjanjian bilteral tersebut merepresentasikan peranan pendanaan iklim untuk mendukung upaya-upaya Indonesia dalam mencapai agenda FOLU Net Sink 2030.
Baca Juga: Langit Jayapura Berpotensi Dinaungi Awan Seharian Besok, Rabu 19 Juli 2023
Untuk mencapai agenda tersebut, dibutuhkan pengeluaran sebesar USD 14,57 miliar yang masih sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
“Perjanjian Bilateral ini akan membantu upaya-upaya Indonesia yang telah berjalan dalam pencegahan degradasi hutan; rehabilitasi mangrove dan restorasi gambut; serta perlindungan satwa liar Indonesia yang luar biasa,” timpal Samantha Power.
Artikel Terkait
Implementesai FOLU Net Sink 2030, KLHK dan Temasek Foundation Jalin Kesepakatan Tekan Gas Rumah Kaca
KLHK dan WRI Jalin Kemitraan Teknis Baru untuk Dukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia
Kantor PMO Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Sudah Beroperasi, Ini Manfaatnya!
Partisipasi Bangka Belitung Menuju Indonesia's FOLU Net Sink 2030
Kali Ini, Workshop Penyusunan Rencana Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Digelar di Sulawesi Selatan