KABAR ALAM - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), bersama Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari, Agus Justianto dan Staf Ahli Menteri Bidang para Ekonomi Sumber Daya Alam, beserta pakar lainnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menghadiri pembukaan acara Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin meminta masukan kepada Agus Justianto dan pakar lainnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terkait kondisi Provinsi Kep. Babel sebagai provinsi kepulauan dan antisipasi perubahan iklim.
Sosialisasi FOLU Net Sink 2030 menurut Pj Gubernur sangat penting dilakukan, agar ia bisa mengajak kawan-kawan di Bangka Belitung baik itu dari Pemprov, Pemkab, para praktisi, para industrialis, dan stakeholder lainnya agar dapat bekerjasama, berkomunikasi dengan baik, menyediakan data dengan akurat agar program yang akan disusun menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
"Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan yang mungkin kondisinya tidak sama dengan provinsi lain, sehingga kami mohon bantuan dan masukannya, apa yang sepakat untuk kondisi tersebut," ungkapnya pada pembukaan acara Sosialisasi Sub Nasional Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur, Rabu (1/3/23)
Selain itu, Ridwan juga mengungkapkan perhatian yang serius terhadap hutan Bangka Belitung, dimana terdapat banyak pertambangan ilegal di dalamnya. Menurutnya hal ini menjadi tantangan yang cukup kompleks dalam mengelola industri kehutanan di wilayahnya.
Ridwan mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Dirjen dan staf ahli menteri KLHK yang datang untuk Sosialisasi FOLU Net Sink yang merupakan program nasional. Ia juga berharap Babel harus mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah yang spesifik dan disesuaikan dengan Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah hutan yang luas.
"Dampaknya kalau kita tidak berpartisipasi, kemudian perubahan iklimnya memburuk, nanti sebagai provinsi kepulauan kita akan terdampak lebih dulu, misalnya pulau-pulau kita akan tenggelam, nelayan akan sulit mencari ikan karena pemutihan karang dan lain-lain. Jadi sangat penting untuk melaksanakan program ini," ungkapnya.
Sementara itu, Dirjen Agus Julianto mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi yang dilakukan di 22 provinsi di Indonesia.
"Pada Indonesia's FOLU Net Sink 2030 ini, kita memiliki Rencana operasional untuk tingkat nasional, dengan harapan bisa dibahas dan didetilkan untuk tingkat Provinsi Kep. Babel. Nantinya, ini akan kita bahas dengan stakeholder di Bangka Belitung, di mana rencana kerja nanti agar disiapkan," terangnya.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi Indonesia's FOLU Net Sink 2030 ini, ada kesadaran kolektif dari semua stakeholder untuk bersama-sama mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Dewan Komisaris MIND ID Kunjungi Geosite Open Pit Nam Salu Didampingi Ridwan Djamaluddin
"Hal ini tentunya akan mendukung upaya global yang dilakukan bersama seluruh dunia untuk pengendalian emisi gas rumah kaca dan pengendalian perubahan iklim," katanya.
Artikel Terkait
Dewan Komisaris MIND ID Tinjau Ausmelt PT Timah di Muntok Bersama Pj. Gubernur Ridwan Djamaluddin
Pj Gubernur Bangka Belitung Ajak Semua Pihak Duduk Bersama, Atasi Tambang Timah Ilegal
Angka Inflasi Bangka Belitung Terendah, Mendagri Ingin Tahu Resep dan Apresiasi PJ Gubernur Ridwan Djamaluddin