KABAR ALAM- Komisaris Utama MIND ID (Mining Industry Indonesia) Doni Monardo, bersama Dewan Komisaris dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan itu, melakukan kunjungan kerja (kunker) lanjutannya di Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel).
Geosite Open Pit Nam Salu, Desa Senyubuk, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) merupakan tempat pertama yang dikunjungi dalam rangkaian kunkernya. Pengelola situs geologi Tino Christian menjelaskan sejarah geosite yang kini terdaftar sebagai UNESCO Global Geopark.
Setelah hari pertama kunker e Pulau Bangka, Jumat (27/1/2023), Doni Monardo didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Kep. Babel Ridwan Djamaluddin bertolak ke Pulau Belitung. Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di Bandara Internasional H.AS Hanandjoeddin, Belitung.
Baca Juga: Kolaborasi Pemprov Kep. Babel dan MIND ID Kembangkan Minyak Atsiri, Buka Peluang Selain Pertambangan
Dikatakan Tino, pertambangan bawah tanah (underground mine) dan pertambangan timah pertama dan terbesar di Asia Tenggara pada Batuan Red Sandstones berusia 350 juta tahun, yang digarap selama 80 tahun sejak pertama kali dimulai pada 1908 hingga 1986.
"Lokasi ini bekas tambang timah terbuka dan tambang dalam pertama di Belitung, dan Indonesia pada Batuan Red Sandstones yang dibuka dari sebuah kongsi Tiongkok pada 1906 di era NV Billiton Maatschappij," terang Tino.
Dilanjutkannya, kegiatan awal open pit pada 1815 oleh JF Den Dekker menemukan bijih timah di sekitar daerah Air Siburik, dan JP De La Motte, Kapten Tentara dan Asisten Residen kerajaan Belanda berkebangsaan Belgia, pada 1823.
"Level pertama tambang kedalaman 51 meter ditemukan urat timah baru dalam dua tahun menghasilkan 1.617 pikul timah. Sejak 1945 diambil alih pengelolaan oleh pemerintah melalui Perusahaan Pertambangan Timah Belitung (PPTB) di Tanjungpandan, dan berhenti 1986," katanya.***
Artikel Terkait
Kolaborasi Pemprov Kep. Babel dan MIND ID Kembangkan Minyak Atsiri, Buka Peluang Selain Pertambangan
Dewan Komisaris MIND ID Kunjungi Geosite Open Pit Nam Salu Didampingi Ridwan Djamaluddin