KLHK dan WRI Jalin Kemitraan Teknis Baru untuk Dukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Sabtu, 18 Februari 2023 | 07:23 WIB
Untuk mendukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia, KLHK menjalin mitra dengan World Resources Institute (WRI). (ppid.menlhk.go.id)
Untuk mendukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia, KLHK menjalin mitra dengan World Resources Institute (WRI). (ppid.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Presiden/CEO World Resources Institute (WRI), Ani Dasgupta menandatangani nota kesepahaman untuk menjalin kemitraan teknis dalam mendukung FOLU Net Sink 2030 Indonesia.

Acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Jumat, 17 Februari 2023.

“FOLU Net Sink 2030 Indonesia merupakan bagian penting dari upaya Indonesia untuk mencapai sasaran-sasaran iklimnya berdasarkan Perjanjian Paris. Dengan kontribusinya hampir 60% dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), target FOLU Net Sink 2030 Indonesia berperan penting dalam memenuhi kewajibannya terhadap NDC secara nasional,” jelas Siti Nurbaya.

Baca Juga: Gakkum KLHK Tangkap Aktor Intelektual Penambangan Emas Ilegal di Taman Nasional Batang Gadis

Siti Nurbaya menambahkan, FOLU Net Sink 2030 juga berkontribusi pada upaya global untuk memerangi krisis iklim.

Siti Nurbaya juga menekankan pentingnya kerja sama teknis dengan WRI, dengan menegaskan bahwa hal itu akan memainkan peran substansial dalam mendukung upaya global, khususnya dalam meningkatkan kontribusi hutan tropis untuk mengurangi emisi GRK.

Tujuan utama dari kemitraan ini adalah untuk berkolaborasi dalam mendukung Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 Indonesia menuju pencapaian target NDC Indonesia.

Tujuan kedua dari kemitraan teknis tersebut adalah untuk mengelaborasi teknik dan metode inventarisasi lahan melalui interpretasi citra satelit dan kerja lapangan.

Kemitraan ini akan meliputi dialog teknis mengenai sistem-sistem monitoring sektor FOLU; pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat penyelarasan teknis sistem-sistem monitoring sektor FOLU tersebut; dan kolaborasi dalam forum internasional tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.

Sementara Ani Dasgupta menjelaskan bahwa target Indonesia untuk mencapai FOLU Net Sink pada tahun 2030 sebagai suatu terobosan ambisius dan mencatat bahwa Indonesia telah membuat kemajuan luar biasa menuju target ini dengan secara signifikan telah mengurangi tingkat kehilangan hutan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Siti Nurbaya Berharap Penanganan Sampah dan Limbah Citarum Jadi Model Pencemaran Air Sungai Indonesia

Ia juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap kerja sama teknis yang baru terbentuk ini.

“Saya senang dengan kerja sama teknis yang dimulai hari ini di bawah kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya. Kami berharap dapat mensinergikan upaya teknis bersama ini untuk menunjukkan bagaimana kemajuan Indonesia menuju target iklim yang penting secara global,” kata Dasgupta.

Menteri LHK Siti Nurbaya menegaskan bahwa kerja sama teknis antara KLHK dan WRI ini merupakan suatu langkah maju yang penting dan menegaskan bahwa kedua belah pihak telah mencapai keselarasan teknis pada tahap awal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: ppid.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wow, Indonesia Simpan Hingga 3,1 Miliar Ton Karbon

Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:17 WIB

KLH/BPLH Perkuat Pasar Karbon Indonesia

Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:46 WIB
X