KABAR ALAM - Hari Kesadaran Internasional Tentang Susut dan Limbah Pangan (International Day Awareness on Food Loss and Waste) diperingati setiap tanggal 29 September.
Food loss dan waste adalah sama-sama sampah makanan. Namun, sesuai namanya, kedua istilah tersebut tentu saja mengalami perbedaan.
Dikutip dari laman zerowaste.id, food loss adalah sampah makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan atau makanan yang masih mentah namun sudah tidak bisa diolah dan akhirnya dibuang begitu saja.
Baca Juga: Meriam Paralon Usir Gerombolan Beruk Resahkan Warga Perkebunan di Kabupaten Asahan
Food loss menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan untuk memasak. Di Indonesia, kasus food loss sudah banyak terjadi. Contohnya ketika petani di Banyuwangi membuang buah naga yang masih segar ke sungai.
Penyebab Food Loss
1. Proses pra-panen tidak menghasilkan mutu yang diinginkan pasar.
2. Permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan sehingga produsen memutuskan untuk membuang bahan pangan tersebut.
3. Kurangnya permintaan konsumen di pasar.
4. Permainan harga pasar antara agen dan distributor yang menyebabkan harga melonjak tajam, dan ujung-ujungnya tidak terjual.
5. Terlalu lama di gudang dan lama kelamaan menjadi basi,berjamur, dan berbau busuk.
6. Tidak disimpan secara sempurna sehingga umurnya menjadi pendek.
7. Kurang bijak membeli bahan makanan dan akhirnya bahan makanan tersebut membusuk di tempat penyimpanan (kulkas).
Baca Juga: Hari Rabies Sedunia 2022: Hewan Peliharaan Warga Kota Tasikmalaya Kebagian Vaksin Gratis
Artikel Terkait
Di Bandung Great Sale, Ada Warga Dapat Rp 1 Juta dari Tukar Sampah dengan Voucher Belanja
World Cleanup Day, Seksi Pengelolaan TNGL Wilayah I Blang Pidie Ikuti Aksi Pungut dan Pilah Sampah
World Cleanup Day 2022 dari Sinjai, Jadikan Sampah sebagai Barang Ekonomis!
World Cleanup Day 2022 di Surabaya, 1 Ton Sampah Diangkut dari Pantai Kenjeran
Wow Keren, Ibu-ibu PKK Kota Bandung Bikin Kebaya dari Pakaian Bekas untuk Kurangi Sampah