Meriam Paralon Usir Gerombolan Beruk Resahkan Warga Perkebunan di Kabupaten Asahan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Kamis, 29 September 2022 | 13:39 WIB
Seekor beruk berkeliaran di sekitar perkenunan PT Gunung Melayu Kebun Sentral di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan (ksdae.menlhk.go.id)
Seekor beruk berkeliaran di sekitar perkenunan PT Gunung Melayu Kebun Sentral di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan (ksdae.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Gerombolan beruk jenis Macaca nemestrina dan Macaca fasciularis dilaporkan meresahkan warga di lokasi perkebunan PT Gunung Melayu Kebun Sentral di Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan.

Laporan kehadiran gerombolan beruk tersebut disampaikan pihak perkebunan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran pada Senin 26 September 2022.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran menyambangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak PT Gunung Melayu Kebun Sentral untuk penanganan beruk yang meresahkan tersebut.

Baca Juga: Hari Rabies Sedunia 2022: Hewan Peliharaan Warga Kota Tasikmalaya Kebagian Vaksin Gratis

Seperti dikutip dari laman KSDAE KLHK, Polhut BBKSDA Sumut, Arief Hidayat menyampaikan, dari keterangan yang disampaikan, sekumpulan (koloni) beruk tersebut mulai meresahkan sekitar 3-5 tahun belakangan ini.

Beruk-beruk itu melakukan perusakan peralatan atau perlengkapan yang ada di kantor dan juga menghampiri serta mengganggu perumahan karyawan.

Petugas melakukan pengecekan dan menemukan beberapa ekor beruk yang sedang berkeliaran di areal perkantoran serta pemukiman karyawan perkebunan.

Baca Juga: Begini Tahapan Perencanaan Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan Sesuai Permen LHK P.23/2019

Upaya yang dilakukan petugas, menghalau dan mengusir beruk-beruk tersebut dengan menggunakan jenduman (meriam paralon). Selain itu, sosialisasi juga dilakukan kepada pihak managemen maupun warga untuk tidak melukai serta membunuh satwa tersebut.

Diimbau agar warga tidak memberikan makanan apapun, dan juga melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang sedang berada di rumah.

Usai penghalauan dan pengusiran, koloni beruk tidak lagi terlihat di lokasi. Sampai saat ini, petugas tetap memantau dan berkoordinasi dengan pihak perkebunan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: ksdae.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X