• Jumat, 30 September 2022

Suara Petasan Usir Orangutan dari Kebun Warga Desa Mardame

- Selasa, 20 September 2022 | 14:35 WIB
Satu individu orangutan tapanuli berada di kebun warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, 17 September 2022 (ksdae.menlhk.go.id)
Satu individu orangutan tapanuli berada di kebun warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, 17 September 2022 (ksdae.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Satu individu orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) dilaporkan muncul di kebun warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, 17 September 2022 lalu.

Laporan munculnya orangutan tapanuli tersebut diterima Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Resort KSDA Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar dari Kepala Desa Mardame.

Kepala Resort KSDA Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori, Lantas Hutagalung, langsung berkoordinasi dengan lembaga mitra kerja sama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan meninjau lokasi bersama dengan Sekretaris Desa Mardame.

Baca Juga: World Cleanup Day di Jakarta Tersebar di 600 Titik, Ini Targetnya!

Di lokasi, seperti dilaporkan laman resmi Ditjen KSDAE KLHK, tim melihat sarang orangutan di ketinggian 6 meter.

Kemudian, Kepala Resort KSDA Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang perlindungan satwa liar, termasuk orangutan tapanuli, sebagaimana diatur Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Keesokan harinya, Minggu 18 September 2022, tim gabungan dari BBKSDA Sumut bersama dengan mitra lembaga kerja sama YEL dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari Orangutan Information Centre (YOSL OIC) serta aparat Desa Mardame, memantau kembali keberadaan orangutan tersebut.

Baca Juga: Update World Cleanup Day dari Pantai Batakan, Aksi Bersih-bersib bukan Semata Seremoni

Kondisi lapangan yang berbukit terjal dan lembah yang curam sangat menyulitkan pergerakan tim. Akhirnya diputuskan melakukan pengusiran dan penghalauan dengan menggunakan petasan dan mercon, dengan harapan orangutan tersebut kembali ke habitatnya di Hutan Lindung Batang Toru Blok Barat.

Halaman:

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X