KABAR ALAM - Bestie, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) akhirnya masuk ke dalam kandang jebak yang dipersiapkan tim Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, 31 Agustus 2022.
Sebelumnya, BBKSDA Sumatera Utara telah menerima laporan masyarakat terkait dengan perjumpaan langsung maupun tidak langsung harimau sumatera sejak bulan Juli-Agustus 2022.
Lokasi perjumpaan tersebar di beberapa tempat, dari Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang sampai Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.
Bestie kerap masuk ke kebun masyarakat maupun areal milik perusahaan.
Baca Juga: Seekor Beruang Madu Muncul di Kolong Rumah Warga, BBKSDA Riau Lakukan Pemantauan
Sejak 18 Agustus 2022, BBKSDA Sumatera Utara melakukan penanganan konflik dengan menurunkan tim rescue yang terdiri atas BBKSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Naional Gunung Leuser beserta lembaga mitra kerja sama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dan WCS.
Langkah-langkah penanganan yang dilakukan di antaranya menghalau harimau ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dengan alat jeduman.
Mengingat intensitas pertemuan dengan harimau semakin meningkat, skala penanganan ditingkatkan menjadi rescue menggunakan kandang jebak sebanyak 2 unit dan kandang jebak darurat yang terbuat dari kayu sebanyak 2 unit.
Pada Kamis, 29 Agustus 2022, kembali diterima laporan bahwa si raja hutan memangsa 1 ekor sapi di areal PT Rapala.
Baca Juga: BKSDA Aceh Selamatkan Harimau Sumatera yang Terjerat di Gayo Lues
Tim kemudian memindahkan kandang jebak ke lokasi terakhir korban harimau.
Kemudian pada Jumat, 30 Agustus 2022, tim berhasil menembak bius harimau sebanyak 3 kali, tetapi Bestie masih mampu melarikan diri memasuki areal perkebunan.
Barulah pada Sabtu, 31 Agustus 2022, sekitar pukul 7.00 WIB Harimau Sumatera ditemukan telah masuk ke dalam kandang jebak.
Bestie yang merupakan singkatan dari Besitang Indah, kemudian dilakukan observasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Tim gabungan penanganan konflik BBKSDA Sumatera Utara menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh tim dan stakeholder yang terlibat dalam proses ini.
Semoga Bestie sehat dan bisa segera dilepasliarkan kembali ke rumahnya.***
Artikel Terkait
Konflik Satwa dan Manusia: Sambut Orang Tua Pulang Melaut, Bocah Lima Tahun Diseret Buaya Muara
BKSDA Jateng dan Lembaga Konservasi TSTJ Surakarta Translokasi 3 Jenis Satwa Hasil Breeding Terkontrol
Konflik Manusia dan Satwa di Sumatera Makin Mengkhawatirkan, Begini Rekomendasi Dua Profesor KLHK dan BRIN
BBKSDA Riau Mitigasi Konflik Manusia dan Satwa Liar di Pelalawan