Sejarah Pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Rabu, 2 November 2022 | 14:47 WIB
Savana Propok salah satu sudut keindahan Gunung Rinjani (twitter.com/@btn_gn_rinjani)
Savana Propok salah satu sudut keindahan Gunung Rinjani (twitter.com/@btn_gn_rinjani)

k. Pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan; dan

l. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga serta kehumasan

Baca Juga: Kemenkes: Jumlah Pasien Gangguan Ginjal Akut yang Sembuh Terus Bertambah

Kawasan TNGR terletak di Pulau Lombok, secara geografis terletak antara 116°21’30” - 116°34’15” BT dan 8°18’18” - 8°32’19” LS merupakan daerah bergunung-gunung dengan ketinggian mulai 500-3726 mdpl (Puncak Rinjani), dengan variasi kemiringan lahan bervariasi : datar, bergelombang, berbukit sampai bergunung.

Gunung-gunung yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di antaranya: Gunung Pelawangan (±2.658 m dpl), Gunung Daya (±2.914 mdpl), Gunung Sangkareang (±2.588 mdpl), Gunung Buah Mangge (±2.895 mdpl) dan Gunung Kondo (±2.947 mdpl).

Sesuai dengan SK Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor : SK 243/KSDAE/SET/KAS.0/6/2017 tentang Penataan Zona pada Taman Nasional Gunung Rinjani, kawasan TNGR dibagi menjadi beberapa zona pengelolaan yaitu :

Zona Inti: 17.110,18 Ha
Zona Rimba: 10.603,18 Ha
Zona Pemanfaatan: 10.563,77 Ha
Zona Rehabilitasi: 1.062,93 Ha
Zona Tradisional: 1.760,09 Ha
Zona Khusus: 184,06 Ha
Zona Religi: 45,80 Ha.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: rinjaninationalpark.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X