Kisah Mistis dan Gaib di Balik Pesona Gunung Rinjani

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Senin, 24 Oktober 2022 | 21:22 WIB
Air Terjun Penimbungan di Gunung Rinjani (rinjaninationalpark)
Air Terjun Penimbungan di Gunung Rinjani (rinjaninationalpark)


KABAR ALAM - Gunung Rinjani merupakan satu dari tiga taman nasional yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dua taman nasional lainnya adalah Gunung Tambora dan Moyo Satonda.

Berbicara soal Gunung Rinjani bukan melulu soal keindahan panorama alam dan keragaman flora dan faunanya, tapi juga kisah-kisah mistis dan gaib yang dipercaya masyarakat setempat.

Begitu pula dengan asal-usul nama Gunung Rinjani yang konon berhubungan dengan kisah-kisah yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Terungkap, Ini Keistimewaan yang Membuat Gunung Rinjani Dirindukan Pendaki

Mengutip tulisan Erlis Nur Mujiningsih di laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Gunung Rinjani diyakini oleh penduduk sekitar dihuni komunitas bangsa jin yang sebagian besar mereka beragama Islam. Bangsa jin itu dipimpin ratu yang bernama Dewi Anjani. Dia bersemayam di puncak Gunung Rinjani.

Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah lautan debu (kaldera) yang dinamakan Segara Muncar. Konon, pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana ratu jin. Pengikutnya merupakan golongan jin yang baik-baik.

Kisah mengenai Dewi Anjani juga terdapat dalam manuskrip berjudul “Doyan Neda”. Pada manuskrip itu dikisahkan, Dewi Anjani yang memiliki julukan Ratu Mas Prawira mempunyai sepasang burung sakti berparuh dan berkuku besi melela.

Baca Juga: Cara Membuat Sirop Madu Bawang Jahe dan Susu Kunyit, Obat Herbal Anak Dijamin Aman dan Tidak Pahit

Dalam cerita itu disebutkan, sepasang burung inilah yang mengais-ngais gunung sehingga gunung tersebut menjadi datar dan menjadi sebuah pulau. Pulau baru itu dinamai pulau sasak karena rapat oleh pepohonan.

Suatu hari, Dewi Anjani diingatkan Patih Songan akan pesan kakeknya Nabi Adam supaya mengisi pulau baru itu dengan cara mengubah sekelompok jin bangsawan menjadi manusia.

Ini merupakan kisah mengenai asal usul terjadinya manusia di pulau Lombok. Bagi masyarakat Sasak terutama generasi lama menghayati cerita itu seperti cerita tentang leluhur mereka yang benar-benar terjadi dan mereka menghormati Dewi Jin yang bernama Dewi Anjani itu.

Baca Juga: Tips Melakukan Kegiatan Alam Terbuka di Musim Hujan

Pada bagian lain, yaitu di bidang ilmu mistik kuasa gaib sang Dewi Anjani sering diungkapkan dan menjadi teks sebuah mantra.

Demikian pula para pemangku (pemangku tradisional) pada waktu mendaki Gunung Rinjani masih sering melakukan upacara mohon izin kepada Dewi Anjani terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian (Herman dkk, 1990/1991: 47—48) yang disebut dengan upacara menyembe. Hal ini juga diungkapkan Pak Sukrati sebagai Mangku Adat Gunung di Desa Senaru.

Upacara lain yang berkaitan dengan keberadaan Dewi Anjani, yaitu upacara kesuburan yang berkaitan dengan kerja bercocok tanam dan panen pada masyarakat lama sering dikaitkan dengan berkah sang Dewi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Healing Nyaman di Tangkal Pinus Lembang

Selasa, 14 April 2026 | 13:45 WIB
X