BBKSDA Papua Melepasliarkan 38 Tukik Penyu Lekang di Pantai Yewena-Doromena

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Senin, 15 Agustus 2022 | 12:24 WIB
Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional 2022, BBKSDA Papua melepasliarkan 38 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di pantai Kampung Yewena.  (ksdae.menlhk.go.id)
Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional 2022, BBKSDA Papua melepasliarkan 38 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di pantai Kampung Yewena. (ksdae.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 38 tukik penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di pantai Kampung Yewena-Doromena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Jumat 12 Agustus 2022.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2022.

Tukik-tukik penyu yang dilepasliarkan merupakan hasil penetasan semi alami yang dilakukan kelompok pemberdayaan masyarakat Desa Binaan Marekisi Nung di Kampung Yewena-Doromena.

Kepala Resort Tepera Yewena Yosu BBKSDA Papua, Taufik menjelaskan, fokus kegiatan Desa Binaan Marekisi Nung memang menetaskan telur-telur penyu secara semi alami.

"Hal ini kami lakukan sebagai upaya melestarikan penyu karena Pantai Sawayepa di Kampung Yewena menjadi tempat berlabuh penyu, terutama jenis penyu lekang setiap musim bertelur,” kata Taufik sebagimana dikutip dari laman ksdae.menlhk.go.id.

Baca Juga: Eco Bee Park, Taman Edukasi BPSI LHK untuk Lebih Mengenalkan Madu Hutan kepada Masyarakat

Ia mengatakan, penyu lekang berstatus rentan (Vulnerable/VU) dalam daftar merah IUCN.

Sementara dalam daftar CITES, penyu lekang termasuk Appendix I yang berarti segala bentuk perdagangannya dilarang.

Di Indonesia, penyu lekang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/SETJEN/KUM.1//12/2018.

Sementara, Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pelepasliaran penyu di Pantai Doromena.

Ia mengimbau kepada semua pihak agar terus menjaga kawasan hutan dan satwa liar dilindungi, sehingga tetap lestari.

Baca Juga: Ranger Inong, Perempuan Penjaga Kawasan Ekosistem Leuser

"Melalui hal-hal kecil yang dilakukan dapat memberikan kontribusi yang besar dan luas bagi konservasi keanekaragaman hayati di Papua, Indonesia, bahkan dunia," tegas Martana.

Kegiatan pelestarian penyu di Kampung Yewena ini merupakan aksi nyata dari para pahlawan konservasi untuk terus berjuang di jalurnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: ksdae.menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X