Realisasikan Target NZE 2060, Indonesia Butuh 1 Triliun Dolar AS

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Sabtu, 21 Januari 2023 | 15:01 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, menyampaikan bahwauntuk realisasikan target NZE 2060, Indonesia butuh 1 Triliun Dolar  (Dok. esdm.go.id)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, menyampaikan bahwauntuk realisasikan target NZE 2060, Indonesia butuh 1 Triliun Dolar (Dok. esdm.go.id)

 

KABAR ALAM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, menyampaikan bahwa Net Zero Emission (NZE) hanya bisa dicapai melalui kemajuan teknologi, mendorong inovasi, dan perbaikan secara konstan.

Arifin mengakui, perjalanan Indonesia mencapai target NZE akan biaya yang tidak sedikit.

"Butuh dana investasi yang sangat besar, lebih dari USD1 triliun sampai 2060. Kebutuhan dana makin besar saat pembangkit listrik tenaga batubara dihentikan lebih cepat dan digantikan dengan listrik EBT,”  ujar Arifin.

Baca Juga: Menteri ESDM Jelaskan Peta Jalan Transisi Energi RI Pada Forum Ekonomi Dunia 2023

Arifin menegaskan pada sesi panel di Paviliun Indonesia yang digelar di Davos, Swiss, 16-20 Januari 2023, pada agenda World Economic Forum (WEF) 2023, transisi energi juga butuh komimen yang kuat.  Dalam hal kemajuan teknologi, Arifin mencontohkan, teknologi canggih dibutuhkan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.

"Misalnya, sistem teknologi penyimpanan, yang berkembang pesat di sektor pembangkit tenaga listrik dan transportasi," kata Arifin.

 Arifin  juga menyampaikan, dalam peta jalan NZE Indonesia, lebih dari 56 Giga Watt (GW) Battery Energy Storage System (BESS) dan ratusan juta kendaraan listrik akan beroperasi tahun 2060.

Baca Juga: Menteri ESDM : Ini 5 Upaya Indonesia Lakukan Akselerasi Transisi Energi

"Ini membuka ruang yang sangat besar dan potensial untuk investasi. Dibutuhkan lebih dari USD40 miliar pendanaan untuk program ini," ujar Arifin, di depan hadirin dari berbagai perusahaan global dan nasional yang mengikuti sesi ini.

Contoh lainnya adalah teknologi solar PV bisa meningkatkan efisiensi untuk memproduksi keluaran tenaga yang lebih besar. "Kami merencanakan membangun 420 GW solar PV yang akan terpasang pada 2060 dengan kebutuhan investasi tak kurang dari USD160 miliar," ucap Arifin.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X