Berupaya Capai Target NZE, Pemerintah Indonesia Bertemu dengan Mitra Potensial

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Jumat, 20 Januari 2023 | 23:24 WIB
Di luar forum yang digelar oleh WEF 2023, Menteri Arifin Tasrif bertemu dengan sejumlah investor yang ada di Indonesia dan mitra lainnya. (Dok. esdm.go.id)
Di luar forum yang digelar oleh WEF 2023, Menteri Arifin Tasrif bertemu dengan sejumlah investor yang ada di Indonesia dan mitra lainnya. (Dok. esdm.go.id)

KABAR ALAM - Menteri Arifin menjelaskan kebutuhan Indonesia menyediakan pembangkit listrik mini untuk ditempatkan di daerah terpencil, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Pangeran Jaime, cucu Ratu Juliana, menunjukkan minat besar membantu proses transisi energi Indonesia, dan target mencapai NZE tahun 2060.  Hal tersebut disampaikan pada hari ketiga pelaksanaan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2023, 18 Januari 2023.

Dia menceritakan sejumlah proyek yang dikerjakan negaranya dalam memproduksi energi bersih. Hal itu disampaikan saat bertemu dengan Pangeran Jaime de Bourbon de Parme, utusan khusus pemerintah Belanda untuk Perubahan Iklim.

Belanda sebelumnya telah bekerjasama dengan Indonesia terkait penyediaan akses untuk masyarakat khususnya dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan biogas.

baBaca Juga: Menteri ESDM : Ini 5 Upaya Indonesia Lakukan Akselerasi Transisi Energi

Di luar forum yang digelar oleh WEF 2023, Menteri Arifin Tasrif juga bertemu dengan sejumlah investor yang sudah ada di Indonesia maupun mitra potensial selain dengan Pemerintah Belanda.

Dikatakan Menteri ESDM Arifin, ia mendukung upaya pihak Unilever Indonesia dalam pemanfaatan energi listrik terbarukan dalam operasional raksasa produk konsumen itu di Indonesia. Hal itu disampaikan saat bertemu Kepala Rantai Pasok Global Unilever, Reginaldo Ecclissato.

Unilever Indonesia terus melakukan ekspansi bisnisnya di Indonesia dan sedang membangun unit ketiga pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara. Reginaldo mengundang Menteri ESDM berkunjung ke pabrik.

Menteri Arifin meminta Unilever segera mengirimkan laporan pemanfaatan tenaga terbarukan yang digunakan di proses produksi mereka.

Baca Juga: Kementerian ESDM Selenggarakan Gelaran Bulan K3 Nasional 2023, Tegaskan Penerapan K3 di Industri Migas

Sementara itu, pejabat tinggi Chevron, Wakil Kepala Presiden bidang Srategi, Kebijakan dan Pengembangan, Mark Nelson, juga meminta waktu bertemu Menteri ESDM. Chevron meminta penjelasan mengenai peta jalan transisi energi Indonesia dan insentif yang diberikan, serta apa yang bisa dilakukan untuk mendukung program pemerintah.

Chevron adalah pemain lama di Indonesia, sejak 100 tahun lalu, termasuk menggarap Blok Rokan di kawasan Riau. Operasional di sana beralih ke Pertamina.

Chevron pernah mengembangkan energi panas bumi di Indonesia, kemudian dialihkan pengelolaan ke Star Energy.

Lebih lanjut, pertengahan 2022, Chevron menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk menjajaki potensi pengembangan di sumber energi panas bumi, hydrogen, nature-based offsets dan capture, utilization and storage.

Baca Juga: Targetkan Net Zero Emission 2060, Indonesia Buka Peluang Investor untuk Bermitra

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X