Gunung Ijen Waspada, Masyarakat Diminta Perhatikan Tanda Bahaya

photo author
Mia Nurmiarani, Kabar Alam
- Minggu, 8 Januari 2023 | 10:36 WIB
Kawah Gunung Ijen.  (vsi.esdm.go.id)
Kawah Gunung Ijen. (vsi.esdm.go.id)

Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang tandai dengan meningkatnya kejadian Gempa Hembusan dan Gempa Vulkanik Dangkal sejak bulan Juli 2022.

Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal sebagai akibat dari aktivitas hydrothermal Gunung Api Ijen. Peningkatan tekanan tersebut menyebabkan meningkatnya kejadian hembusan di Gunung Api Ijen.

Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Api Ijen pada saat ini adalah adalah gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah.

Gas tersebut berasal dari aktivitas solfatar di dinding kawah Ijen dan juga difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan; dan erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan.

Baca Juga: Kementerian Kelautan dan Perikanan Tindak Tegas Pelanggaran Kelautan dan Perikanan di Perairan Indonesia

Beberapa kejadian peningkatan aktivitas Kawah Ijen seringkali diikuti oleh kejadian "outburst gas" atau letusan/semburan gas dari danau kawah Ijen, gas yang menyembur tersebut terutama adalah CO2.

Gas CO2 ini mempunyai berat jenis yang lebih berat dari udara, sehingga CO2 yg keluar akibat letusan/semburan ini, cenderung akan mengalir menyusuri lembah seperti kejadian letusan/semburan gas di Kawah Ijen di Bulan Maret 2018.

Menurut keterangan PVMBG Badan Geologi, peningkatan aktivitas di Kawah Ijen seringkali ditandai oleh perubahan warna air danau kawah dari hijau menjadi hijau keputih-putihanan, hal ini terjadi akibat naiknya endapan dari dasar danau ke permukaan oleh adanya tekanan gas yang kuat dari dasar danau.

Baca Juga: Lemigas Selenggarakan  Temu Karya Uji Banding Laboratorium Lumpur Pemboran 2022, Diikuti 13 Perusahaan

Suhu air kawah Ijen juga akan meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan/konsentrasi gas yang keluar dari dasar danau.

Dalam kondisi meningkatnya aktivitas Kawah Ijen, biasanya gelembung-gelembung gas dipermukaan air kawah akan muncul. Pengukuran suhu air danau pada tanggal 5 Januari 2023 juga menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan hasil pengukuran Bulan Desember 2022.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mia Nurmiarani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X