KABARALAM - Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) ke-6 “Sinergisitas Pengelolaan Air Tanah”. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Kementerian ESDM Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Kementerian PUPR Direktorat Air Tanah dan Air Baku, Magister Teknik Air Tanah ITB, serta Program Studi Teknik Geologi Universitas Padjadjaran.
PAAI merupakan perkumpulan ahli ataupun peminat, maupun pelaku usaha di dunia air tanah di Indonesia. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid Agung Nofianto memberikan sambutannya dalam kegiatan pada Selasa - Rabu, 8 – 9 November 2022 di Hotel Holiday Inn Bandung Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat.
Hadir dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ses Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Ir. Iriandi Azwartika Sp-1 memberikan sambutan beserta keynote speech mewakili Menteri PUPR Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc. Hadir sebagai narasumber sesi I Kabag Penyusunan Program dan Pelaporan Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional Faliansyah S.T., M.Dev.Plg., Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc, Dosen Universitas Gadjah Mada Dr.rer.nat. Ir. Heru Hendrayana, IPU dan Dosen Institut Teknologi Bandung Dr. Rusmawan Suwarman, M.T.
Baca Juga: Batu Lawang, Destinasi Wisata Alam Eksotis dan Instagramable di Desa Cupang Cirebon
Air tanah adalah salah satu bagian dari air di bumi ini yang pada hakikatnya adalah sumberdaya alam yang terbarukan (renewal natural resources), akan tetapi jika tidak dikelola dengan baik dengan mempertimbangkan kesetimbangan imbuhan dan pengambilannya jumlah sumberdaya ini dapat berkurang ketersediaanya.
“Hal ini sudah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia dimana terjadi penurunan level muka air tanah dari waktu ke waktu. Bahkan dalam kondisi ekstrem dapat mengakibatkan fenomena groundwater mining serta amblesan tanah, dan intrusi air laut,” jelas Wafid seperti yang dipantau timKabaralam.com dalam youtube chanel Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan.
Dikatakan Wafid, pemulihan degradasi kualitas dan kuantitas air tanah membutuhkan biaya yang sangat mahal serta teknologi yang canggih dan maju. Pengalaman menunjukkan bahwa pemulihan tidak dapat mengembalikan kondisi air tanah seperti kondisi awal.
Air tanah merupakan 30,1% dari total air tawar di bumi, sementara air tawar di permukaan bumi hanya 1,3%. Sekitar 90% kebutuhan air manusia di bumi ini berasal dari pemanfaatan air tanah dan hanya 10% yang dipenuhi dari sumber air permukaan.
Baca Juga: Aura Mistis Situ Sangiang Kadang Membuat Bulu Kuduk Pengunjung Bergidik
Menurut Wafid, data tersebut menunjukkan bahwa air tanah merupakan sumber daya utama sebagai sumber air baku untuk kehidupan di bumi dan menempatkannya menjadi sumber air baku paling penting. Di Indonesia, isu permasalahan tentang sumberdaya air, misalnya degradasi kuantitas dan kualitas, konflik kepentingan dan konflik pemanfaatannya, umumnya didominasi oleh isu sumberdaya air baku yang berasal dari air tanah.
“Oleh karena itu kita perlu pengelolaan air tanah yang baik agar sumberdaya ini dapat dimanfaatkan sehingga dapat mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan, yakni pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan,” ungkap Wafid.
Baca Juga: Lima Hari, Damkar Depok Evakuasi 5 Ekor Ular dan Seekor Biawak dari Pemukiman Warga
Artikel Terkait
Ini Rundown Hari Pertama Pertemuan Ilmiah PAAI Ke-6 2022
Hari Ini Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia Selenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6
Kementerian PUPR : Penggunaan Air Tanah yang Berlebihan Dapat Menyebabkan Kekeringan, Air Berhenti Mengalir
Fachrul Arief Suryajaya Magister Teknik Air Tanah ITB Juara 1 Best Presenter Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI - 6
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berberlanjutan
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : 5 Rekomendasi Keputusan Bersama dalam Pengelolaan Sumber Daya Air
Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI 6 : Penggunaan Air Tanah yang Bijak Mempengaruhi Berbagai Aspek Kehidupan