KABAR ALAM – Longsor di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menelan dua korban jiwa, Kamis 3 November 2022 pukul 22.00 WIB.
Kedua warga Desa Argopeni tersebut meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya yang roboh oleh material longsoran tebing dari bagian atas samping tempat tinggal korban.
Baca Juga: Jalur Piket Nol Menuju Jembatan Gladak Perak Amblas, Akses Kab. Lumajang-Kab. Malang Terputus
“Hasil kaji cepat sementara tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen peristiwa longsoran tebing itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut,” Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari seperti dikutip KABARALAM.com dari laman resmi BNPB, Sabtu, 5 November 2022.
Selain hujan, faktor lain yang diduga menjadi pemicu terjadinya longsor adalah kondisi tanah labil ditambah adanya saluran air yang berada di bagian atas tebing.
Adanya saluran air itu menyebabkan kandungan air di dalam tanah menjadi lebih banyak.
Baca Juga: Kisah di Balik Pelepasan Harimau Putri Singgulung, Ada Andil Besar Helikopter Super Puma TNI AU
Baca Juga: HCPSN 2022, Ini 10 Link Twibbon Terbaru untuk Rayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
Ketika terjadi hujan, struktur tanah semakin kehilangan kemampuan untuk mengikat satu sama lain sehingga terjadi longsor.
“Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kebumen, Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan, dan perangkat desa setempat telah berhasil mengevakuasi kedua jasad korban dari reruntuhan bangunan yang tertimbun material tanah longsor,” ujarnya.
Tim selanjutnya membantu proses pembersihan puing lainnya dan melakukan monitoring lanjutan.***
Artikel Terkait
BKSDA Yogyakarta Terima Trenggiling yang Terluka dari Warga, Dirawat di Stasiun Flora Fauna Bunder
Festival Danau Sentarum Kembali Hadir, Tampilkan Kearifan Lokal Potensi Alam Kapuas Hulu
HCPSN 2022: Taman Nasional Gunung Ciremai Kedatangan 7 Penghuni Baru, Ada Kucing Hutan dan Musang Pandan
Peserta AHP-7 Berkunjung ke Kawasan Situgunung TNGGP, Jajal Suspension Bridge Terpanjang di Asia Tenggara
Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, 5 Oktober, Ini Awal Penetapan dan Tujuan Diadakan HCPSN