Peserta AHP-7 Berkunjung ke Kawasan Situgunung TNGGP, Jajal Suspension Bridge Terpanjang di Asia Tenggara

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Jumat, 4 November 2022 | 20:46 WIB
Para peserta AHP-7 berfoto bersama di Lembah Purba Suspension Bridge, Situgunung, TNGPP. (Tim Publikasi BBTNGGP/Instagram @harikonservasialamnasional)
Para peserta AHP-7 berfoto bersama di Lembah Purba Suspension Bridge, Situgunung, TNGPP. (Tim Publikasi BBTNGGP/Instagram @harikonservasialamnasional)

KABAR ALAM – Sebanyak 296 orang peserta konferensi ASEAN Heritage Parks ke-7 (AHP-7) menjelajah kawasan wisata Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Rabu-Kamis, 2-3 November 2022.

Para peserta yang merupakan perwakilan dari Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam mengikuti field trip dalam rangkaian agenda AHP-7.

Kawasan suspension bridge menjadi destinasi utama yang dilewati. Suspension bridge terpanjang di Asia Tenggara ini memiliki panjang lintasan 515 meter dan ketinggian 161 meter sehingga cukup memacu adrenalin.

“Deretan pemandangan kanopi berbagai macam vegetasi dan suara satwa burung maupun primata sekitar jembatan menjadi suguhan menarik para delegasi ASEAN Heritage Parks,” demikian cuit akun Instagram @harikonservasialamnasional yang dikutip KABARALAM.com, Jumat, 4 November 2022.

Baca Juga: HCPSN 2022: Taman Nasional Gunung Ciremai Kedatangan 7 Penghuni Baru, Ada Kucing Hutan dan Musang Pandan

Momentum seperti ini menjadi kehormatan dan kebanggaan Balai Besar BTNGGP sebagai pemangku kawasan.

Namun, yang utama pastinya menjadi ajang menarik minat pengunjung domestik dan mancanegara untuk berwisata di kawasan TNGGP khususnya Situgunung.

“Dalam sambutannya Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo, menyampaikan informasi terkait potensi wisata sekaligus memperkenalkan PT Fontis Aquam Vivam sebagai mitra pemegang Perizinan Berusaha Pengusahaan Sarana Wisata Alam (PB-PSWA) di Situgunung,” cuit lanjutan akun tersebut.

Para peserta mengakhiri perjalanan di Pangrango Resto. Mereka disambut oleh kesenian khas Sunda gamelan karinding dan aksi pencak silat yang diperagakan oleh masyarakat setempat.

Peserta begitu antusias dan takjub setelah menjajal beberapa wahana baru seperti Jembatan Lembah Purba dan Keranjang Sultan.

Baca Juga: Festival Danau Sentarum Kembali Hadir, Tampilkan Kearifan Lokal Potensi Alam Kapuas Hulu

Tak hanya itu, secara kebetulan ada beberapa peserta yang berprofesi sebagai vlogger ikut membuat konten untuk mempromosikan potensi Situgunung. 

Sementara, delegasi Indonesia berasal dari Taman Nasional Gunung Leuseur, TN Kerinci Seblat, TN Lorentz, TN Wakatobi, TN Bantimurung Bulusarung, TN Way Kambas, dan TN Kepulauan Seribu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: Instagram @harikonservasialamnasional

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Healing Nyaman di Tangkal Pinus Lembang

Selasa, 14 April 2026 | 13:45 WIB
X