KABAR ALAM - Pertemuan ASEAN Senior Officials on Environment (ASOEN) ke-33 di Siem Reap, Kamboja, pada 5 Oktober 2022 menyepakati tiga hal penting.
Hal penting pertama yang diputuskan di pertemuan ASOEN ke-33 adalah mengesahkan draft ASEAN Joint Statement on Climate Change to COP27 UNFCCC yang akan diadopsi kepala negara pada KTT ASEAN, November 2022.
Kedua, mengesahkan kekentuaan 7 working groups lingkungan hidup ASEAN periode 2022-2025, dengan Indonesia mengetuai ASEAN Working Group on Chemicals and Waste.
Baca Juga: Road to HCPSN 2022: Melati Putih Lambang Kesucian dan Kemurnian Bangsa
Keputusan ketiga mencatat usulan penyusunan ASEAN Strategic Plan on Environment post-2025.
Terkait Indonesia, pertemuan menyepakati tiga hal penting lainnya. Pertama, ASOEN ke-33 mendukung ketuanrumahan Indonesia untuk 34th ASOEN and related meetings pada 2023.
Kedua, mencatat undangan Indonesia untuk menghadiri 7th ASEAN Heritage Parks (AHP) Conference di Bogor, 30 Oktober-4 November 2022; dan ketiga mencatat informasi Indonesia tentang peluang menyelenggarakan capacity-building workshop on marine plastic debris dalam kerangka AOIP pada 2023, selain Indonesia mengetuai ASEAN Working Group on Chemicals and Waste untuk periode 2022-2024.
Baca Juga: Terungkap, Daun Nanas Bisa Dijadikan Bahan Tekstil Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi Tinggi!
“Dukungan dari ASOEN ke-33 ini bagi Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan ASOEN ke-34 bersamaan dengan Chairmanship Indonesia pada ASEAN 2023 merupakan momentum penting," kata Pimpinman Delegasi RI (Delri) yang merupakan Kepala Badan Standardisasi Instrumen LHK (BSILHK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ary Sudijanto, selaku ASOEN Chair Indonesia.
Anggota Delri terdiri atas tim KLHK dari unsur Pusat Standardisasi Instrumen Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim-BSILHK, Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), dan Biro Kerja Sama Luar Negeri serta unsur Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN dan KBRI Phnom Penh Kementerian Luar Negeri.
"Hal ini menjadi salah satu sarana untuk menunjukan eksistensi kepemimpinan Indonesia dalam kerja sama pilar sosial budaya ASEAN khususnya bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim dengan mendorong isu-isu prioritas yang sejalan dengan kepentingan nasional dan diharapkan dapat menghasilkan monumental achievement," tambahnya.
Baca Juga: Dansektor 22 Berganti, Program Citarum Harum Dijamin Jalan Terus
"BSILHK yang mendapat mandat sebagai national focal point ASOEN bersama para pihak akan memainkan peran strategis untuk mensukseskan agenda ini untuk kemajuan pengelolaan lingkungan hidup regional ASEAN,” jelasnya.
Sementara itu, dalam hal kerja sama ASEAN-mitra, pertemuan ASOEN ke-33 ini menyepakati beberapa hal.
Artikel Terkait
Ditjen PSLB3 KLHK Gelar Coaching Clinic Penanganan Alat Kesehatan Bermerkuri
KLHK Mutakhirkan Kebijakan Nasional Terkait Perubahan Iklim
Arah Baru Pramuka Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru untuk Dukung 5 Program KLHK
Selamat, Kualitas Pengisian JPT KLHK Dapat Penilaian 'Baik' dari KASN
KLHK dan Komisi IV DPR RI Bahas Penyelesaian Usaha Tanpa Izin di Kawasan TN Bunaken