Dalam pemikiran sederhana, pertambangan yang memiliki karakteristik mengganggu lingkungan, mengubah bentang alam, dan sumber dayanya tak terbarukan, rasanya tidak mungkin bisa diterapkan dalam konsep pembangunan berkelanjutan yang harus kompatibel dengan upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. Tapi, Witoro punya pemikiran lain.
Baca Juga: Sebanyak 3.702 Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Garut
"Seharusnya bisa. Yang perlu kita tahu adalah bagaimana caranya untuk memenuhi prinsip-prinsip yang dituntut oleh konsep pembangunan berkelanjutan itu," ujarnya.
Sejak saat itulah, konsep tambang berkelanjutan mulai dikembangkan. Sebagai orang tambang, Witoro tidak memungkiri, pertambangan berpotensi menyebabkan gangguan terhadap lingkungan, termasuk fungsi lahan dan hutan.***
***
Artikel Terkait
Hari Jadi Ke-77 Pertambangan dan Energi, tekMIRA Bedah Buku Tambang Transformatif
Jangan Terlewat, Profesor Emil Salim Bakal Bedah Buku Tambang Transformatif: Seri Knowledge Management tekMira
Disiarkan Langsung Minerba TV, Ini Link Live Streaming Webinar Bedah Buku Tambang Transformatif
Yuk Ramaikan, Ini Link Twibbon Peringatan Hari Jadi Ke-77 Pertambangan dan Energi
Tambang Transformatif, Masa Depan Dunia Tambang Berkelanjutan