Demi Eksistensi, Tambang Harus Bertransformasi Menunjang Pembangunan Berkelanjutan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Senin, 26 September 2022 | 20:50 WIB
Webinar Bedah Buku Tambang Transformatif: Seri Knowledge Management TekMira di Jakarta, Senin, 26 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Webinar Bedah Buku Tambang Transformatif: Seri Knowledge Management TekMira di Jakarta, Senin, 26 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

Dalam pemikiran sederhana, pertambangan yang memiliki karakteristik mengganggu lingkungan, mengubah bentang alam, dan sumber dayanya tak terbarukan, rasanya tidak mungkin bisa diterapkan dalam konsep pembangunan berkelanjutan yang harus kompatibel dengan upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. Tapi, Witoro punya pemikiran lain.

Baca Juga: Sebanyak 3.702 Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Garut

"Seharusnya bisa. Yang perlu kita tahu adalah bagaimana caranya untuk memenuhi prinsip-prinsip yang dituntut oleh konsep pembangunan berkelanjutan itu," ujarnya.

Sejak saat itulah, konsep tambang berkelanjutan mulai dikembangkan. Sebagai orang tambang, Witoro tidak memungkiri, pertambangan berpotensi menyebabkan gangguan terhadap lingkungan, termasuk fungsi lahan dan hutan.***

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X