BMKG Gelar Sekolah Lapang Hilal Perdana, Edukasi Masyarakat tentang Astronomi

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Selasa, 30 Agustus 2022 | 10:41 WIB
Sekolah Lapang Hilal, upaya BMKG mengedukasi dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap astronomi. (bmkg.go.id)
Sekolah Lapang Hilal, upaya BMKG mengedukasi dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap astronomi. (bmkg.go.id)


KABAR ALAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Hilal (SLH) BMKG untuk pertama kalinya di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (28/8/2022).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BMKG untuk mengedukasi masyarakat tentang astronomi, terutama mengenai proses rukyatul hilal.

Plt. Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Muzli mengatakan, sasaran pelatihan adalah pihak-pihak yang terkait rukyatul hilal, seperti Kementerian Agama, Pengadilan Agama, ormas keagamaan, lembaga pendidikan, astronom amatir, dan pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: BMKG: Kemarau Basah Indikasi Dampak Perubahan Iklim

"Kegiatan ini adalah edukasi peserta mengenai detail proses pengamatan hilal yang dilakukan di Indonesia," kata Muzli merujuk pada Sekolah Lapang Hilal yang berlangsung pada 28-29 Agustus 2022.

Sekolah Lapang Hilal tahun 2022 bertema "Menuju Masyarakat Bersahabat dengan Rukyatul Hilal".

Pada gelaran perdanan ini diikuti oleh 200 orang peserta dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk bagi civitas PPMI Assalaam.

Sementara, Direktur PPMI Uripto Mahmud Yunus mengatakan, ponpes yang ia pimpin memiliki Observatorium Assalaam atau Club Astronomi Santri Assalaam.

Baca Juga: BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Bagi Petani Tembakau, Usung Konsep Smart Farming

Ia berharap pelatihan ini dapat menambah kemampuan para santri dalam hal ilmu falak.

"Insya Allah dengan adanya Sekolah Lapang Hilal ini akan semakin menumbuhkan kecintaan santri dan masyarakat terhadap astronomi pada khususnya dan keilmuan pada umumnya," katanya.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Suko Prayitno Adi mengatakan lembaganya memberi edukasi, masukan, dan pelatihan kepada pegiat hilal astronomi serta perkumpulan-perkumpulan astronomi.

Baca Juga: Gempa Kepulauan Mentawai Timbulkan Kerusakan, BNPB Ingatkan Warga untuk Tetap Waspada

Ia berharap pelatihan memberi kontribusi pada rukyatul hilal lebih akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia beragama Islam yang menggunakan kalender Hijriah dalam beribadah sepanjang tahun. Maka, keakuratan dan ketepatan rukyatul hilal dalam kalender Hijriah penting dan krusial," katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: bmkg go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X