berita

KLHK Raih Bhumandala Kanaka, Penghargaan yang Membuat Siti Nurbaya Bernostalgia

Sabtu, 26 November 2022 | 13:48 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya menerima penghargaan Bhumandala Kanaka (Medali Emas) untuk KLHK. (Instagram @siti.nurbayabakar)

KABAR ALAM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil meraih penghargaan Bhumandala Kanaka (medali emas) untuk kategori Kementerian/Lembaga.

Penghargaan ini diberikan atas prestasi KLHK dalam mengembangkan simpul jaringan dan meningkatkan pemanfaatan lnformasi geospasial.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muh. Aris Marfai, yang diterima langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, di Jakarta, Jumat 25 November 2022.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat-Nya, KLHK meraih penghargaan Bhumandala Kanaka (medali emas) 2022 dari Badan Informasi Geospasial (BIG),” tulis Situ Nurbaya lewat akun Instagram pribadinya, Sabtu 26 November 2022.

Baca Juga: Menjelajah Kebun Raya Kuningan di Bawah Kaki Gunung Ciremai, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun Keluarga

Menteri Siti Nurbaya melanjutkan bahwa saat menerima penghargaan ia merasa pulang ke rumah sendiri, reuni dengan kawan-kawan profesional pemetaan dan informasi geopasial.

“Saya mengenal pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) sudah sejak 1985 saat saya masih bekerja di Kantor Gubernur,” katanya.

Menurut Siti, penerapannya SIG sangat penting. Ia menceritakan pengalamannya tentang pemakaian SIG termasuk dalam asesmen wilayah konflik.

“Saat saya sebagai Sekjen Departemen Dalam Negeri, pengenalan masalah berdasarkan karakteristik dalam citra satelit yang bisa dilihat dari tone, tekstur dan warna serta pola atau pattern,” tulisnya lagi.

Baca Juga: Intip Inovasi Ramah Lingkungan di Piala Dunia 2022, Ada Stadion Dibangun dari Kontainer dan Transportasi Hijau

Siti Nurbaya mengatakan, saat masih belajar di tahun 1985-1988, resolusi spasial citra landsat masih 30 x 30 meter persegi dan temporal 9 hari.

Ia juga menceritakan pernah belajar bahwa survei pemetaan untuk survei urban areas, misalnya, bila dibandingkan survei terestris dan remote sensing, kira-kira perbandingannya dengan remote sensing sebesar 16 kali lipat lebih efisien dalam tenaga dan sumber daya.

“Untuk sekarang saya yakin lebih hebat lagi dengan resolusi spasial yang sudah mencapai 0.6 x 0.6 m2 dan temporal setiap hari. Luar biasa perkembangannya,” ujar Siti Nurbaya.

Bagi KLHK capaian dalam kapasitas dan kemampuan kerja informasi spasial kehutanan dan lingkungan menjadi sangat penting dalam upaya menjaga wilayah kawasan hutan yang luasnya kira-kira 63% dari wilayah daratan RI.

Halaman:

Tags

Terkini