berita

Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, Komisi IX DPR RI Bentuk Panja

Jumat, 4 November 2022 | 14:23 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay (dpr.go.id)

KABAR ALAM - Komisi IX DPR RI memutuskan untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) terhadap Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Obat. Panja ini akan menginvestigasi lebih dalam tata kelola kefarmasian untuk mencegah kejadian seperti gagal ginjal akut terulang.

Keputusan tersebut tertuang dalam salah satu poin kesimpulan Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM Penny K Lukito, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia, serta International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu. 2 November 2022.

Pembentukan panja bermula dari usulan sejumlah fraksi di Komisi IX DPR RI, mulai dari PDIP, Golkar, PAN, PKS dan NasDem. Usulan tersebut kemudian diperkuat oleh Pimpinan Komisi IX DPR RI.

Baca Juga: Ini Alasan Gaharu dan Banteng Jadi Maskot Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2022

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Daulay mengungkapkan pembentukan Panja untuk menelusuri lebih dalam terkait penyebab gagal ginjal akut yang menyerang anak -anak.

"Penyebab utama dari kasus ini sebetulnya kan sudah diduga mungkin adanya impuritas, itu menjadi salah satu catatan. Tetapi, tadi dijelaskan juga bahwa itu bukan satu-satunya faktor lain. Karena itu, kita mau menelusuri apa yang sebetulnya terjadi secara mendalam seiring dengan dilakukannya proses lanjutan dari penelitian yang dilakukan Kemenkes dan BPOM," ujar Saleh seperti dikutip KABARALAM.com dari laman dpr.go.idm Jumat, 4 November 2022.

Saleh menyampaikan Panja akan mendalami sistem pengawasan obat dan makanan yang dilakukan oleh BPOM. Mulai dari pengawasan pre-market hingga pengawasan post-market.

Baca Juga: Pemprov Banten Buka Posko Penanganan Gagal Ginjal Akut

"Kita mau lihat sistem pengawasannya seperti apa dan itu hanya bisa dilakukan di Panja, supaya kita bisa langsung datang ke pabriknya atau ke Badan POMnya untuk melihat langsung seperti apa pengawasan yang dilakukan," kata Saleh.

Politisi dari Fraksi PAN ini juga akan memastikan sistem produksi dan distribusi obat-obatan yang dilakukan produsen obat atau industri farmasi.

Menurutnya, jika ditemukan masalah dalam sistem tersebut maka bisa dilakukan langkah antisipasi sehingga tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Baca Juga: Polisi Geledah Tiga Gudang Penyimpan Etilen Glikol dan Ditilen Glikol

Sementara itu, terkait adanya dugaan pelanggaran standar mutu dan keamanan produk terhadap 3 perusahaan farmasi, menurut Saleh, Komisi IX juga akan menelusuri hal tersebut.

"Kemudian yang terpenting diantara itu semua adalah bagaimana kandungan zat berbahaya etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) bisa masuk ke obat - obatan, masuknya dari unsur mana. Mungkin saja ada kelalaian dari pihak yang ada dalam rentetan pengawasan obat - obatan. Makanya, kita akan mendalami melalui Panja ini," imbuh Saleh.

Halaman:

Tags

Terkini