Pemprov Banten Buka Posko Penanganan Gagal Ginjal Akut

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 4 November 2022 | 12:35 WIB
Ilustrasi senyawa etilon glikol yang diduga sebagai penyebab gagal ginjal akut pada anak. (Instagram @kemenkes_ri)
Ilustrasi senyawa etilon glikol yang diduga sebagai penyebab gagal ginjal akut pada anak. (Instagram @kemenkes_ri)


KABAR ALAM - Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten membuka posko dan layanan masyarakat terkait merebaknya kasus penyakit gagal ginjal akut.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Deni Hermawan dalam diskusi Refleksi Hari Kesehatan Nasional 2022 dengan tema "Penanganan dan Pencegahan Gagal Ginjal Akut di Banten" di Serang, Kamis, 3 November 2022.

Deni memastikan, ketika gagal ginjal akut terdeteksi, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar langsung memanggil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk melakukan beberapa hal.

Baca Juga: Polisi Geledah Tiga Gudang Penyimpan Etilen Glikol dan Ditilen Glikol

Deni mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan dan melakukan konsultasi dengan dokter jika mengalami permasalahan kesehatan.

"Kasus ini membuka mata kita semua untuk waspada. Kita juga harus cermat dan tepat dalam upaya penanganannya," katanya seperti dikutip KABARALAM.com dari laman bantenprov.go.id.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrova menambahkan kasus gagal ginjal akut menjadi atensi bersama, di tengah pandemi Covid-19 yang telah melandai.

Baca Juga: Festival Danau Sentarum Kembali Hadir, Tampilkan Kearifan Lokal Potensi Alam Kapuas Hulu

"Kita konsentrasi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Kita imbau kepada orang tua yang memiliki anak, kalau anak memiliki gejala demam kita imbau jangan panik dan lengah, dan dapat membawa ke fasilitas kesehatan terdekat," kata Yeremia.

Kasi Surveilans, Imunisasi, dan Krisis Kesehatan Dinkes Provinsi Banten, Rian Rahmat Arianto mengatakan, Dinkes Banten telah membuka posko untuk melakukan monitoring perkembangan.

Berdasarkan data pada 2 November 2022, di Provinsi Banten terdapat 23 kasus gangguan ginjal akut, terdiri atas tujuh kasus sembuh, dua kasus sedang dilakukan pemantauan atau perawatan dan 14 kasus meninggal dunia.

Baca Juga: BKSDA Yogyakarta Terima Trenggiling yang Terluka dari Warga, Dirawat di Stasiun Flora Fauna Bunder

"Pada saat awal kita juga telah melakukan penelusuran dan ada pemantauan epidemiologi yang dilakukan untuk mengetahui latar belakangnya, serta riwayat obat apa saja yang diberikan," katanya.

Ia menuturkan terkait pendataan pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data tersebut berasal dari sistem laporan Rumah Sakit dan Sistem Respons Dini.

"Tim kami yang bersinergi dengan Kemenkes, ada pelaporan dua sistem, yakni sistem laporan Rumah Sakit dan Sistem Respons Dini," katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X