KABAR ALAM - BUMN menjadi koperasi dinilai bisa menjadi malapetaka bagi stabilitas ekosistem industri tanah air, khususnya industri olahraga.
Paling tidak, pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.
Ia mengatakan, tak dapat dipungkiri, pesatnya perkembangan industri olahraga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional, tak lepas dari kontribusi positif dari BUMN yang terlibat aktif dengan segala bentuk dukungannya.
Baca Juga: Update! Ini 16 Kecamatan Terdampak Banjir Grobogan, BNPB: Tingkatkan Kewaspadaan!
Ia mengatakan, sinergi harmonis antara pemerintah dengan industri olahraga memang keniscayaan. Hal ini menjadi simbiosis mutualisme dan menumbuhkan iklim yang sehat bagi perekonomian nasional.
Ia mengatakan, bentuk dukungan melalui BUMN selama ini dilakukan dengan mengedepankan aspek profesional. Bukan sekedar penghibahan dana dari pemerintah kepada cabang olahraga seperti upaya konvensional dahulu kala.
"Contoh nyata secara khusus, kita dapat cermati dengan apa yang terjadi di dunia sepakbola saat ini. Dukungan luar biasa beberapa BUMN dalam pengembangan sepakbola profesional begitu nyata terlihat," kata Ferry.
Baca Juga: Darurat! Tanggul Jebol Kali Tuntang yang Sebabkan Banjir Grobogan Sementara Ditimbun Pasir
Relasi yang terjadi adalah sebuah landscape di antara entitas bisnis korporasi. Artinya, stakeholder sepakbola seperti Liga dan klub profesional dituntut bekerjasama dengan saling memberikan benefit secara proporsional dengan BUMN yang terlibat.
Hal ini mentrigger adanya kreativitas pelaku industri sepakbola untuk berada dalam track yang benar, karena B to B nya selalu berdasarkan prinsip industrialisasi.
Dan faktanya, kondisi ini juga berimbas kepada pertumbuhan sektor ekonomi lainnya seperti peningkatan UMKM dan berbagai level ekonomi daerah dan nasional lainnya.
Bahkan, sektor olahraga prestasi seperti timnas pun sudah melangkah lebih maju, karena mirip seperti dalam relasi bisnis di kompetisi, dukungan BUMN jelas nyata pemerintah hadir bagi timnas dan PSSI tidak hanya sekedar bantuan atas perhatian secara sosial, namun juga memberikan feedback mutualisme kepada value BUMN itu sendiri seperti halnya simbiosis mutualisme di kompetisi.
"Jadi, pondasi yang dibangun atas kerjasama BUMN dan dunia olahraga, tidak hanya sepakbola, sepatutnya harus diteruskan bahkan ditingkatkan karena bentuknya sudah berbeda dengan era konvensional," katanya.***