Yogyakarta Mitigasi Ancaman Gempa Megathrust dan Tsunami

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 20:24 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan megathrust (bpbd.jogjakota.go.id)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Yogyakarta menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan megathrust (bpbd.jogjakota.go.id)

KABAR ALAM - Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust bukan hanya ditingkatkan oleh warga Kota Bandung, tetapi juga Yogyakarta.

Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan BPBD Kota Yogyakarta adalah menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan megathrust.

Sosisilisasi mitigasi gempa bumi dan megathrust ini dilakukan di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta, Kamis, 10 Oktober 2024.

Baca Juga: KLHK Optimalkan Pengendalian Karhutla

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi bencana gempa bumi dan tsunami serta langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, M.Si, menekankan pentingnya menanamkan manajemen risiko di lingkungan sekitar, baik di tempat kerja maupun rumah.

“Dengan memahami risiko bencana dan melakukan persiapan yang matang, kita dapat meminimalisir resiko sekecil-kecilnya,” ujarnya seperti dikutip KABARALAM.com dari laman bpbd.jogjakota.go.id.

Baca Juga: Rekomendasi Liburan Akhir Pekan, Woodland Kuningan Bisa Jadi Opsi Kunjungan ke Desa Setianegara di Saat DH Garden Masih Tutup

Nur Hidayat menyampaikan, salah satu upaya mitigasi yang penting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ancaman bencana yang mungkin terjadi.

Hasil kajian risiko bencana yang dilakukan BPBD Kota Yogyakarta pada tahun 2022 menunjukkan, wilayah Yogyakarta rentan terhadap tujuh jenis bencana yaitu banjir, wabah penyakit, cuaca ekstrim, gempa bumi, kegagalan teknologi, kekeringan, dampak sekunder erupsi gunung berapi.

Megathrust dan tsunami

Said Kristyawan, M.Si dari BMKG, menjelaskan, zona megathrust adalah area sumber gempa akibat subduksi dua lempeng tektonik.

Baca Juga: Perhatikan Baik-baik! 10 Hal yang Dilarang Ini Bisa Mengugurkan Kamu Saat Mengikuti SKD CPNS 2024 di Lingkungan BKN

Disebutkan, zona ini memiliki potensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar dan memicu tsunami.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X