Wapres Ma’ruf Amin: Indonesia Terus Melakukan Langkah Konkret Mengatasi Krisis Iklim

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Rabu, 9 November 2022 | 09:09 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di COP27, Sharm El-Sheikh, Mesir. (Instagram @kyai_marufamin)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di COP27, Sharm El-Sheikh, Mesir. (Instagram @kyai_marufamin)

KABAR ALAM - Jika dibandingkan dengan negara lain, upaya Indonesia dalam menangani krisis perubahan iklim terlihat lebih konkret.

Indonesia terus melakukan berbagai upaya strategis dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.

“Indonesia terus berupaya untuk lead by example (memimpin dengan contoh) melalui berbagai upaya positif, seperti peningkatan target penurunan emisi Indonesia dalam Enhanced Nationally Determined Contribution menjadi 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam keterangannya kepada media, di Paviliun Indonesia, Sharm El Sheikh Convention Centre (SHICC), Sharm El Sheikh, Mesir, Selasa 8 November 2022.

Menurut Ma’ruf Amin, Indonesia memiliki posisi strategis dalam penanganan perubahan iklim, terlebih sebagai pemegang Presidensi G20 2022 serta Ketua ASEAN pada 2023 mendatang.

Baca Juga: 5 Perintah BPOM kepada Tiga Perusahaan Farmasi Setelah Mencabut Izin Edar 69 Obat Sirop

“Peran Indonesia dalam melakukan kolaborasi menjadi sangat strategis, karena Indonesia ini selain sebagai Presiden G20, juga di 2023 menjadi Ketua ASEAN,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mencontohkan pentingnya kerja sama dan kolaborasi dalam menghadapi krisis yakni saat tak satupun negara yang mampu menghadapi pandemi Covid-19 secara mandiri.

“Kolaborasi dan kerja sama itu harus kita jadikan pengalaman, pandemi itu tidak ada satu negara pun yang mampu bekerja sendiri,” terangnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa peningkatan target penurunan emisi Indonesia selaras dengan perkembangan signifikan kebijakan Indonesia, seperti perluasan konservasi dan restorasi alam, penerapan pajak karbon, mencapai Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta inisiasi program biodiesel B40.

Untuk memastikan pendanaan transisi energi, Indonesia telah meluncurkan Country Platform for Energy Transition Mechanism.

Baca Juga: Top 5 Hits 8 November 2022, Daftar 69 Merek Obat Sirop yang Izin Edarnya Dicabut BPOM Paling Banyak Dicari

Namun, menurutnya semua upaya nasional tersebut perlu disertai dukungan internasional yang jelas, termasuk penciptaan pasar karbon yang efektif dan berkeadilan, investasi untuk transisi energi, dan pendanaan untuk aksi iklim.

“Sebagai Presidensi G20, Indonesia terus mendorong pemulihan hijau serta aksi iklim yang kuat dan inklusif,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Ma’ruf Amin juga mengingatkan dan menegaskan kepada peserta KTT COP27 bahwa semuanya dan bersama-sama harus mengambil langkah konkret untuk mengatasi perubahan iklim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: wapresri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Wow, Indonesia Simpan Hingga 3,1 Miliar Ton Karbon

Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:17 WIB

KLH/BPLH Perkuat Pasar Karbon Indonesia

Rabu, 15 Oktober 2025 | 20:46 WIB
X