konservasi

Tak Terduga, Tumbuhan Kemenyan Ditemukan di Cagar Alam Martelu Purba

Senin, 14 November 2022 | 19:32 WIB
Pohon kemenyan ditemukan di Cagar Alam Martelu Purba (ksdae.menlhk.go.id)

KABAR ALAM - Jenis tumbuhan kemenyan (Styrax sp.) secara tak terduga ditemukan di kawasan Cagar Alam Martelu Purba (CA Martelu Purba) dengan kondisi batangnya yang mengeluarkan getah secara alami.

Penemuan tumbuhan kemenyan itu terjadi pada Jumat, 11 November 2022, saat dilakukannya kegiatan monitoring satwa siamang di CA Martelu Purba oleh Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si, Andryono Lumban Gaol, Shofia Putri Nasibah, dan Thoyibah Pohan. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sensus pohon CA Martelu Purba.

Dalam laporannya, Analis Konservasi Kawasan BBKSDA Sumut, Kepala Resor CA Martelu Purba dan Cagar Alam Batu Gajah dan Pendamping Lapangan Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Kehhutanan USU 2022, Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si mengatakan, CA Martelu Purba seluas 195 hektar dikenal dengan keadaan alamnya yang khas berupa tegakan meranti yang terbangun dari hasil penanaman tahun 1948 hingga 1952.

Baca Juga: KTT G20 di Nusa Dua: Bambu, Tanaman Serbaguna yang Secara Ekologis Jadi Solusi Ancaman Perubahan Iklim

Tidak mengherankan jika CA Mertelu Purba sering diasosiasikan sebagai cagar alam meranti. Batang pohon meranti yang tumbuh di cagar alam ini ada yang diameternya sudah melebihi 100 cm.

Keberadaan tumbuhan jenis kemenyan sangat jarang terungkap di CA Martelu Purba, baik dari pembicaraan di masyarakat sekitar kawasan maupun pada umumnya. Dunia akademisi juga belum pernah melakukan kegiatan pendidikan dan/atau penelitian tentang tumbuhan jenis kemenyan di CA Martelu Purba.

Untuk keperluan identifikasi awal, dibuat petak ukur pengamatan seluas 10x10 meter. Hasilnya, ditemukan tumbuhan jenis kemenyan sebanyak 11 batang, berdiameter 5–22 cm dan tinggi total 10–14 meter.

Baca Juga: KTT G20: Indonesia dan Turki Teken Kerja Sama Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Nusa Dua Bali

Sebanyak 9 batang tumbuhan jenis kemenyan ini didapati dalam keadaan mengeluarkan getah secara alami. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap potensi tumbuhan jenis kemenyan ini di CA Martelu Purba.

Pada sisi yang lain perlu juga dilakukan penjagaan dan pengawasan keberadaan tumbuhan jenis kemenyan ini, khususnya dari gangguan yang dilakukan oleh manusia mengingat nilai ekonomi getah kemenyan cukup tinggi.

Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Universitas Sumatera (USU) tentang Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. PKS. 6/SETJEN/ROCAN/SET.1/5/2022 dan No. 6500.1/UN5.1.R/KPM/2022 tanggal 18 Mei 2022.

Baca Juga: Taman Raden Benadi, Destinasi Wisata Alam Baru di Palimanan Cirebon

Karena itu, BBKSDA Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Sensus Pohon di Cagar Alam Martelu Purba dengan menggandeng kegiatan magang rimbawan Fakultas Kehutanan USU Program Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari tanggal 12 Oktober 2022 s.d 12 Desember 2022.***

Tags

Terkini