Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif bertajuk “Rembuk Penyangga Halimun Salak: Desa Berdaulat, Hutan Terawat, Ekonomi Kuat”.
Baca Juga: Rekomendasi Liburan Akhir Pekan Ini: Saatnya ke Tangkal Pinus Lembang untuk Gentle Nature Fest 2026
Di akhir kegiatan, Wamenhut mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga pada keberlangsungan tanaman tersebut.
“Tugas yang lebih berat adalah memastikan tanaman itu hidup dan memberikan manfaat nyata secara ekonomi. Saya berharap pendampingan terus dilakukan agar ini menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Curug Nangka, Air Terjun Eksotis di Hutan Pinus Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)
Balai TNGHS Tutup Jalur Pendakian Gunung Salak dari Bogor dan Sukabumi, Ada Apa Ya?
10 Kukang Jawa Kembali ke Habitatnya di Gunung Kendeng TNGHS
TNGHS Peringatkan Ancaman Kepunahan Burung Raja-udang Kalung-biru di Jawa
Mengenal Kongkang Racun, Penjaga Alami Sungai di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)