Krisis Keanekaragaman Hayati Global, Antara Kehilangan dan Harapan di Borneo

photo author
Doni Romdhoni, Kabar Alam
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 16:58 WIB
Bekantan satwa endemik Kalimnantan (tngunungpalung.com)
Bekantan satwa endemik Kalimnantan (tngunungpalung.com)

WWF, misalnya, bekerja di Borneo untuk mengatasi ancaman ini dengan melibatkan komunitas lokal, pemerintah internasional, dan perusahaan untuk melindungi lahan dan menghentikan deforestasi ilegal.

Upaya serupa dilakukan di seluruh dunia untuk memerangi kehilangan keanekaragaman hayati. Tujuannya adalah untuk memikirkan kembali cara kita menggunakan sumber daya alam, mengurangi tekanan pada ekosistem, dan memulihkan alam.

Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan M5,2 Guncang Yogyakarta, Warga Terkejut di Pagi Hari

Pemulihan keanekaragaman hayati akan membawa manfaat bagi seluruh kehidupan di Bumi, dari tumbuhan, serangga, ikan, burung, mamalia, hingga manusia.

Dengan tindakan yang tepat, kita dapat menciptakan masa depan di mana manusia dan alam hidup berdampingan secara harmonis.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: worldwildlife.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X