Identik dan Ikonik, Ini Satwa Endemik di 5 Taman Nasional Tertua di Indonesia

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 14:37 WIB
Harimau sumatera Dewi Siundul. (Instagram @bbksda_sumut)
Harimau sumatera Dewi Siundul. (Instagram @bbksda_sumut)

KABAR ALAM - Dari 55 taman nasional yang berada di Indonesia, 5 di antaranya masuk dalam kategori tertua. Kelima taman nasional yang tentu saja memiliki satwa langka ikonik itu ditetapkan bersamaan pada 6 Maret 1980.

Kelima taman nasional yang memiliki satwa langka khas tersebut adalah Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh dan Sumatera Utara), TN Ujung Kulon (Banten), TN Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), TN Baluran (Jawa Timur) dan TN Komodo (Nusa Tenggara Timur).

Kelima taman nasional ini ditetapkan pertama kali karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan satwa langka endemik yang ikonik.

Baca Juga: Rekomendasi Liburan Akhir Pekan Ini: Yuk Ajak Keluarga ke Teras Cibulakan Kuningan!

Untuk lebih mengenalnya, berikut adalah satwa langka endemik kelima taman nasional tersebut yang hingga saat ini masih terlestarikan;

1. Harimau Sumatera - Taman Nasional Gunung Leuseur

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Instagram @bbksda_sumut)

Taman Nasional Gunung Leuser terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara yang luasnya mencapai 1.094.692 hektare.

TN Gunung Leuser merupakan habitat berbagai macam satwa endemik seperti orangutan sumatera, harimau sumatera, dan gajah sumatera.

Baca Juga: Top 5 Hits 5 Oktober 2023, 4 Fasilitas Pengunjung Teras Cibulakan Kuningan Paling Menarik Perhatian

Namun, satwa yang paling ikonik di TN Gunung Leuser adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

2. Badak jawa - Taman Nasional Ujung Kulon

Badak jawa, salah satu satwa liar yang terancam punah.
Badak jawa, salah satu satwa liar yang terancam punah. (ksdae.menlhk.go.id)

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten memiliki flora dan fauna yang beragam dan jumlahnya ratusan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X