KABAR ALAM - Setelah mengumumkan kematian anak harimau peliharaannya bernama Cenora, pada 24 Juli 2023 lalu, Alshad Ahmad menjelaskan penyebabnya.
Sebelumnya, Alshad Ahmad membantah jika kematian nak harimau Cenora disebabkan oleh virus seperti yang dispekulasikan warganet.
Melalui fitur Story Instagram-nya, Kamis, 27 Juli 2023, Alshad Ahmad menjelaskan, hasil tes antigen Cenora menyebutkan, anak harimau tersebut negatif FPV (Feline panleukopenia) dan CPV (Canin Parvo Virus).
Baca Juga: Bukan Sekedar Kopi Hangat, Ini Hal Lain yang Bisa Didapatkan Saat Ngopi di D'Orchid Kuningan
“Alhamdulillah bukan karena virus dua di atas, gue takut banget kalau virus menyebar ke harimau lain,” ujar Alshad.
“Bukan karena stress juga, karena tidak ada gejala atau perilaku Cenora stress. Tapi tetap kita nanti keluarkan official statement-nya setelah semua pemeriksaan selesai, sedangkan untuk hasil labnya masih menunggu yak arena memang lama,” lanjutnya.
Alshad menyadari kritikan dan keresahan warganet kepadanya. Ia menegaskan juga bahwa dirinya akan selalu menanyakan kepada para ahli mengenai kebutuhan harimaunya itu.
Baca Juga: Mau Liburan Tak Menguras Isi Kantong, Teras Cibulakan Kuningan Bisa Jadi Opsi Terbaik
“Gue harap perkiraan kalian itu salah ya, semoga salah ya. Kalau misalnya benar gue akan merasa sangat buruk dan merasa bersalah karena setiap penangannya itu gue selalu tanya dulu sama yang lebih tahu," katanya.
"Gue nggak semena-mena melakukan sesuatu tanpa didampingi atau konsul dulu sama yang lebih paham ya,” tegasnya sebagai penutup.
Kematian Cenora rupanya bukan yang pertama. Sebelumnya, pada November 2022 lalu, bayi harimau dari indukan Jinora juga mati setelah berusia delapan hari. Menurut pemaparannya, bayi harimau tersebut memiliki banyak luka berlubang ditubuhnya yang menyebabkan infeksi dan bakteri yang terus menjamur.
Baca Juga: Mengenal 5 Taman Nasional Paling Tua di Indonesia, Nomor 3 Disebut Mutiara Mahkota Jawa
Alshad Ahmad merupakan seorang content creator yang dikenal publik sebagai pemelihara satwa liar di Bandung, Jawa Barat.
Sebelum menjadi pemelihara dan mendalami konservasi hewan, Alshad Ahmad lebih dikenal sebagai seorang pembalap profesional. Merasa pekerjaannya cukup berbahaya, Alshad pun memutuskan untuk menekuni dunia konservasi hewan. (sadrina/magang)***
Artikel Terkait
Harimau Keluar dari Habitatnya, Masyarakat Lubuk Gadang Utara, Kab. Solok Selatan Diminta Hati-hati
Harimau Sumatra Kembar Raya dan Alif Lahir di Inggris, BKSDA Sumsel: Wonderful!
Jerat Babi Memakan Korban Harimau Sumatera, Kabar Duka untuk Dunia Konservasi!
Alshad Ahmad Ungkap Penyebab Kematian Anak Harimau Cenora
Anak Harimau Alshad Ahmad Mati, Warganet Berspekulasi Lantaran Kelelahan