BKSDA Yogyakarta Bahas Penanganan Konflik Monyet Ekor Panjang di Gunungkidul dalam Forum Peduli SM Paliyan

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Kamis, 12 Januari 2023 | 18:14 WIB
Pembahasan konflik monyet ekor panjang oleh BKSDA Yogyakarta dalam Forum Peduli SM Paliyan. (bksdajogja.org)
Pembahasan konflik monyet ekor panjang oleh BKSDA Yogyakarta dalam Forum Peduli SM Paliyan. (bksdajogja.org)

KABAR ALAM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menggelar pertemuan Forum Peduli Suaka Margasatwa (SM) Paliyan yang beranggotakan stakeholder terkait, Rabu 11 Januari 2023.

Forum Peduli SM Paliyan merupakan wadah komunikasi antara BKSDA Yogyakarta dengan para pihak terkait dalam pengelolaan SM Paliyan.

Hal yang dibahas kali ini oleh BKSDA Yogyakarta dan Forum Peduli SM Paliyan adalah penanganan konflik monyet ekor panjang di Gunungkidul.

Baca Juga: Kesegaran Dangiang Cibeger, Desa Wisata Samida Garut, Wisata Air Viral di Tengah Hamparan Alam yang Indah

Seperti dikutip KABARALAM.com dari laman bksdajogja.org, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan ini membahas beberapa isu mengenai pengelolaan SM Paliyan.  

Dalam acara yang berlangsung di Aula SM Paliyan, Gunungkidul ini dilakukan pemaparan materi, baik dari BKSDA Yogyakarta maupun perwakilan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala Dinas LHK DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Konservasi Alam, Fery Maryulianti, menyampaikan penanganan monyet ekor panjang menjadi kewajiban semua pihak.

Oleh karena itu, pada forum ini harapannya ada kolaborasi sinergitas untuk mengatasi konflik monyet ekor panjang.

Baca Juga: KLHK Optimistis Target Zero Waste 2030 Bisa Tercapai

Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi konflik ini ialah pembangunan demplot tanaman pakan monyet ekor panjang.

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, dalam paparannya menjelaskan bahwa gangguan monyet ekor panjang terjadi karena terusiknya habitat akibat adanya pengembangan wisata alam dan salah satunya karena adanya pembangunan kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

“Pembangunan harus memperhatikan untuk koridor satwa agar tidak terganggu,” tambahnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X