Momen Akhir Tahun 2022, BKSDA Yogyakarta Rangkul Mahasiswa dalam Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati

photo author
Yudi Noorahman, Kabar Alam
- Senin, 2 Januari 2023 | 06:04 WIB
BKSDA Yogyakarta merangkul mahasiswa dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. (Tri Dibyo S/bksdajogja.org )
BKSDA Yogyakarta merangkul mahasiswa dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati. (Tri Dibyo S/bksdajogja.org )

KABAR ALAM – Mengakhiri tahun 2022, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta terus menyosialisasikan upaya konservasi keanekaragaman hayati, termasuk kepada mahasiswa.

Seperti yang dilakukan BKSDA Yogyakarta saat menjadi salah satu narasumber dalam  seminar yang diselenggarakan Panitia Milad XXXVI Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Universitas Widya Mataram Yogyakarta.

Seminar tersebut merupakan rangkaian acara Dies Natalis Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Widya Mataram (Mapawima) ke-36.

Seminar diadakan di Pendopo Agung Ndalem Mangkubumen, Yogyakarta, Jumat 30 Desember 2022.

Baca Juga: 10 Berita Terpopuler Sepanjang Tahun 2022, Dari Misteri Gunung Batu Tilu Hingga Pesona Talaga Herang

Seperti dikutip dari laman bksdajogja.org, Kepala BKSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, yang diwakili oleh Tri Dibyo Sumbogo, menyampaikan materi bertajuk “Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati-Konservasi Burung’’.

Hal ini sesuai dengan tema yang diusung seminar yaitu "Konservasi Keanekaragaman  Hayati-Konservasi Burung".

Materi disampaikan secara gamblang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi BKSDA Yogyakarta terutama yang terkait dengan konservasi burung dan upaya yang telah dilakukan dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Peserta antusias dalam mengikuti acara seminar ini. Pada sesi diskusi menjadi ajang peserta untuk menggali informasi lebih lanjut terkait konservasi keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Berkemah Aman di Tengah Hutan, Ini 7 Tips Penting yang Mesti Anda Ketahui

Keesokan harinya, Sabtu 31 Desember 2022, sebagai lanjutan agenda seminar, peserta diajak untuk berkunjung ke lokasi penangkaran aves jenis merak hijau dan jalak bali milik Anggit Mas Arifudin yang berlokasi di Ngabean Tempel, Sleman.

Peserta diajak melihat secara langsung salah satu upaya konservasi melalui penangkaran.

Dalam kunjungan lapangan ini mahasiwa juga mendapat pengetahuan tentang prosedur perizinan penangkaran dan kewajiban pemegang izin yang disampaikan BKSDA Yogyakarta.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yudi Noorahman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X