KABAR ALAM - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma'ruf Amin melakukan peninjauan daerah terdampak Gempa Cianjur di Pondok Pesantren Al-Bahja dan Kampung Gunung Lanjung serta tempat rekolasi di Sirnagalih (4/1/23).
Dalam kesempatan ini, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meninjau langsung kondisi Gedung Pondok Pesantren Al-Bahja yang mengalami kerusakan dampak dari Gempa Cianjur kemarin.
Kepada Wakil Presiden K.H Ma'ruf Amin, Dwikorita memaparkan jika BMKG melalui Tim Kajian Gempa Cianjur telah mengidentifikasi keberadaan jalur patahan aktif pembangkit gempa Cianjur melalui peta bahaya gempa bumi Cianjur dengan sumber gempa patahan Cugenang.
Baca Juga: Pemetaan Bahaya Gempa Sesar Cugenang Rampung, Ini Dia Wilayah yang Termasuk Zona Merah di Cianjur
Dari hasil verifikasi, Dwikorita melaporkan temuan 3 zona bahaya gempa bumi yakni zona terlarang (merah), zona terbatas (orange) dan zona bersyarat (kuning). Zona terlarang (merah) memiliki kriteria zona dengan "sempadan" patahan aktif Cugenang 0 - 10 meter ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan, yang merupakan zona kerentanan sangat tinggi akibat deformasi dan getaran gempa, dan atau merupakan zona kerentanan tinggi gerakan tanah (longsor).
Temuan peta bahaya gempa bumi Cianjur ini berdasarkan hasil verifikasi dan analisis yang secara langsung dilakukan BMKG maupun oleh lembaga selain BMKG. Adapun berbagai temuan dan analisis tersebut, menguatkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BMKG.
Dilaporkan BMKG, Zona Terlarang atau Zona Merah ini memiliki luas 2,63 km2 yang meliputi 4 Kecamatan dan 12 Desa, yaitu sebagian wilayah dari Kecamatan Cilaku khususnya di sebagian wilayah Desa Rancagoong; Kecamatan Cianjur yakni sebagian dari Desa Nagrak; Kecamatan Cugenang yakni sebagian dari Desa Cibulakan, Benjot, Sarampad, Gasol, Mangunkarta, Cijedil, Nyalindung dan Cibeureum; Kecamatan Pacet yakni sebagian dari Desa Ciputri dan Ciherang.
Baca Juga: BMKG Laporkan Pemetaan Bahaya Gempa Bumi Akibat Sesar Cugenang, Ini Analisis yang Dilakukan
Sementara itu, rombongan Wapres RI, Ketua BMKG dan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meninjau Kampung Gunung Lanjung yang banyak mengalami kerusakan.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun bagi warga terdampak gempabumi M 5.6 Cianjur, di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Dalam kunjungan ini turut serta hadir Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Ketua BAZNAS Prof Dr KH Noor Achmad, MA, unsur TNI beserta POLRI.***
Artikel Terkait
Pakar ITB : Bangun Kolaborasi, Maksimalkan Potensi Bantuan untuk Penanganan Pasca Gempa Cianjur
Pakar ITB: Dialog dengan Masyarakat Kunci Keberhasilan Penanganan Gempa Cianjur
Wapres Tinjau Huntap Berteknologi Risha untuk Korban Gempa Cianjur