KABAR ALAM - Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University mengadakan kuliah umum dengan mengundang Kepala Pusat Penyuluhan (Kapusluh) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Dr. Sugeng Priyanto.
Kuliah umum Fahutan IPB University ini ini sebagai penutup perkuliahan pada Mata Kuliah Penyuluhan Kehutanan dan Pengelolaan Hutan Rakyat.
Sekretaris Departemen Manajemen Hutan, Dr. Leti Sundawati menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Sugeng Priyanto yang bersedia menjadi dosen tamu untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fahutan IPB University.
Baca Juga: Update BMKG: Gempa Bumi Susulan Terus Menggoyang Jember
Dr. Sugeng Priyanto menjelaskan, penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya.
Ia menguraikan, pelaksana penyuluh terbagi atas penyuluh kehutanan aparatur sipil negara (ASN), penyuluh kehutanan swasta, dan penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM) atau penyuluh kehutanan swadaya masyarakat.
“Melalui PKSM ini, mahasiswa diberikan akses yang lebar untuk melaksanakan praktik sebagai penyuluh ataupun magang untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang telah didapatkan di kampus,” katanya seperti dikutip KABARALAM.com dari laman resmi IPB University.
Baca Juga: Air Terjun Cibali, Potensi Wisata Tersembunyi yang Masih Butuh Polesan
Selain itu, katanya, seorang penyuluh kehutanan harus memiliki sifat HEBAT, yaitu handal, empati, berani, aktif dan tangguh.
Penyuluh kehutanan berperan dalam program pembangunan LHK meliputi perhutanan sosial, hutan rakyat, perlindungan hutan dan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), konservasi dan perubahan iklim sekaligus langkah strategis menjawab tantangan zaman.
Ia mengungkap, saat ini terdapat 25.863 desa di dalam dan luar kawasan hutan atau 34,52 persen dari total 74.910 desa di Indonesia yang perlu diberdayakan.
Baca Juga: Bocah SD Pergoki Harimau Sumatera, Petugas Menduga Dipicu Perambahan Hutan dan Illegal Logging
Objek pendampingan tidak sebanding dengan jumlah penyuluh kehutanan yang setiap tahun menurun jumlahnya. Hal itu menjadi tantangan bagi kegiatan penyuluhan kehutanan.
“Pendampingan menuju era 4.0 dalam pembinaan kelompok tani hutan memiliki tantangan karena perlu inovasi baru dalam pengaplikasian teknologi digital pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Pemkot Bogor-IPB Serah Terima Masterplan Agrowisata Halal Rancamaya
#PrayForBogor: Temui Keluarga Mahasiswa IPB Terseret Arus Air, Bima Arya: Yang Sabar Ya, Bu...
#PrayForBogor: Takziah ke Rumah Keluarga Mahasiswa IPB yang Hanyut, Ridwan Kamil Teringat Eril
#PrayForBogor: Pencarian Diperluas, Mahasiswa IPB Terseret Arus Air di Kota Bogor Belum Ditemukan
#PrayForBogor: Jasad Mahasiswa IPB Ditemukan di Jakarta Barat, Radius 80 Km dari Lokasi Terseret Banjir