KABARALAM - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sudah menerima 246 vial obat Fomepizole bantuan dari Jepang, Singapura dan Australia.
Fomepizole merupakan antidot (penawar) kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dalam darah yang menjadi penyebab maraknya gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.
Selanjutnya, Kememkes RI sudah mendistribusikan Fomepizole ke 17 rumah sakit rujukan yang berada di lima provinsi.
Baca Juga: Situ Sangiang, Destinasi Wisata Alam di Majalengka yang Sarat Nilai-nilai Kearifan Lokal
"Kami sampaikan bahwa sekitar 87% Fomepizole injeksi adalah hibah gratis dan tidak ada komersialiasi, ini semata-mata untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari GGA (gangguan ginjal akut),: ujar juru bicara Kemenkes RI, Mochamad Syahril seperti dikutip KABARALAM.com dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Senin, 7 November 2022.
Ia menjabarkan, dari total donasi 246 vial Fomepizole, sekitar 146 vial telah didistribusikan ke 17 RS rujukan di Indonesia. Sementara sisanya, sekitar 100 vial Fomepizole akan dijadikan buffer stok pusat.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per tanggal 3 November 2022 pukul 16.00 WIB, jumlah kasus GGA di Indonesia tercatat sebanyak 323 orang terdiri dari 99 kasus sembuh, 34 kasus dirawat dan 190 kematian.
Baca Juga: Paviliun Indonesia di COP27 Dorong Kolaborasi dan Tindakan Lebih Berani Perangi Perubahan Iklim
Adapun 5 provinsi dengan jumlah kasus terbanyak diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.
Berikut 17 rumah sakit yang mendapatkan distribusi Fomepizole;
- RSUD Zainoel Abidin, Aceh
- RSUP Prof Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali
- RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta
- RSAB Harapan Kita, Jakarta
Artikel Terkait
5 Fakta Mengenai Gangguan Ginjal pada Anak, yang ke Empat Diduga Menjadi Penyebab Kematian Anak
Dinkes: Tak Ada Lagi Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Bandung, tetapi Tetap Waspada
Kemenkes Laporkan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Komisi IX DPR RI
Pemprov Banten Buka Posko Penanganan Gagal Ginjal Akut
Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, Komisi IX DPR RI Bentuk Panja