Soal Pengelolaan Lingkungan Pertambangan dan Energi Bersih, Komisi VII DPR RI Peringatkan PT Adaro Indonesia

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Senin, 17 Oktober 2022 | 09:33 WIB
Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke PT Adaro Indonesia di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 14 Oktober 2022 (dpr.go.id)
Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke PT Adaro Indonesia di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 14 Oktober 2022 (dpr.go.id)

KABAR ALAM - Komisi VII DPR RI pun mengingatkan PT Adaro Indonesia tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, transisi energi ke energi bersih dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam praktik pertambangan yang dilakukannya.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dalam kunjungan kerja ke PT Adaro Indonesia di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 14 Oktober 2022.

"Segala sesuatunya harus mencapai cita-cita pembangunan berkelanjutan, lantas kita ingatkan juga bagi Adaro sebagai produsen bahwa batubara adalah energi fosil yang tidak lagi boleh menjadi energi primer langsung bagi kepentingan Indonesia" ujar Ketua Komisi VII DPR RI seperti dikutip KABARALAM.com dari laman resmi DPR RI, Senin, 17 Oktober 2022.

Baca Juga: #PrayForBogor, Bima Arya: Selamat Jalan Ara...

Sebagai jenis energi fosil, batubara sebenarnya masih dapat dikembangkan menjadi energi bersih apabila dimanfaatkan sebagai energi sekunder satunya seperti melalui metode gasifikasi untuk mengolah batubara menjadi Dimethyl Ether (DME).

Karena itu, Politisi Fraksi Nasdem DPR itu mendorong agar produsen batubara dapat segera mengembangkannya sebagai sumber energi bersih. Sebab, pemerintah saat ini juga terus berupaya mendorong pengembangan batubara sebagai energi sekunder melalui hilirisasi batubara.

"Pemanfaatan energi fosil termasuk batubara ini harus segera dilakukan dengan skema atau metode-metode lain, enggak lagi nanti batubara menjadi energi primer langsung yang dibakar untuk menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik seperti hari ini," katanya.

Baca Juga: #PrayForBogor: Korban Tertimbun Longsor Terakhir Ditemukan, BPBD Kota Bogor Akhiri Operasi Pencarian

Sugeng tidak memungkiri, potensi cadangan batu bara Indonesia yang cukup melimpah, membuat negara sangat bergantung pada pemanfaatan sumber daya tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

"Kita sama-sama tahu bahwa Indonesia memang masih sangat tergantung pada batubara hari ini, dimana dari sekitar 73 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik seluruh Indonesia itu kurang lebih 62 persennya adalah PLTU batubara," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan energi fosil, tingkat pemanfaatan EBT sebagai sumber energi di Indonesia saat ini masih berbanding terbalik.

Baca Juga: Top 5 Hits 16 Oktober 2022, Kabar Duka Dari Bogor Masih Mengundang Empati

Hal itu diungkapkan oleh legislator dapil Jawa Tengah VIII itu, yang mengatakan bahwa pemanfaatan EBT sebagai sumber energi pembangkit listrik di Indonesia saat ini masih sangat sangat minim.

"Terlebih kalau kita lihat dari sisi energi baru terbarukan sebagaimana menjadi keharusan ke depan, Saat ini pemanfaatan EBT sebagai sumber energi utama pembangkit listrik baru mencapai 11,8 sampai 12 persen, yang berarti 88 persennya masih berasal dari energi fosil," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X