• Jumat, 30 September 2022

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem di 24 Wilayah Indonesia

- Senin, 12 September 2022 | 14:25 WIB
Jembatan Gumbasa terputus diterjang banjir di Sigi, beberapa waktu lalu. (bnpb.go.id)
Jembatan Gumbasa terputus diterjang banjir di Sigi, beberapa waktu lalu. (bnpb.go.id)


KABAR ALAM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di 24 wilayah provinsi Indonesia tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Hal itu terkait dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih melanda wilayah tersebut terhitung sejak Sabtu 10 September 2022 hingga sepekan ke depan atau Jumat 16 September 2022.

Cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan peningkatan curah hujan, fenomena hujan sedang hingga lebat dan dapat disertai petir serta angin kencang.

"Meneruskan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ke-24 wilayah itu meliputi Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. seperti dikutip KABARALAM.com dari laman BNPB.

Baca Juga: Banjir Terjang Sigi, Ratusan Rumah Rusak dan 662 Warga Mengungsi

Selain itu, lanjutnya, yaitu wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sebagai antisipasi bencana angin kencang, upaya seperti monitoring kekuatan struktur baliho dan pemangkasan cabang dan ranting pohon-pohon besar di wilayah perkotaan hingga desa, pemantauan lereng perbukitan, pembersihan saluran drainase perkotaan agar dilakukan secara berkala.

Guna mengantisipasi potensi ancaman bencana hidrometerologi basah lainnya seperti banjir dan tanah longsor, BNPB mengimbau agar melakukan upaya seperti monitoring lereng perbukitan, susur sungai, pembersihan aliran sungai, kanal, saluran drainase permukiman, dan saluran irigasi secara berkala untuk meminimalkan potensi bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dan kondisi tata ruang lingkungan.

Baca Juga: Hindari Banjir di Musim Hujan, Warga Bersihkan Sampah di Sungai Cileuleuy Sumedang

Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau di lereng gunung maupun tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

BNP juga mengimbau agar masyarakat memastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan lintas instansi lainnya.***

Editor: Yudi Noorahman

Sumber: bnpb.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X