Kolam Retensi Jalan Bima Rampung, Wali Kota Bandung Yakin Banjir Pagarsih Bisa Diminimalisir

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:02 WIB
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meresmikan Kolam Retensi Bima, Selasa, 30 Agustus 2022 (bandung.go.id)
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meresmikan Kolam Retensi Bima, Selasa, 30 Agustus 2022 (bandung.go.id)

KABAR ALAM - Untuk mengatasi permasalahan banjir, Pemerintah Kota Bandung terus membangun kolam retensi. Yang terbaru, kolam retensi itu dibangun di Jalan Bima, Kecamatan Cicendo. Kolam Retensi Bima dioperasikan dengan pintu air dan dilengkapi dengan bangunan rumah jaga.

Sebelumnya, Kota Bandung sudah memiliki kolam retensi di Taman Lansia, Kandaga Puspa, Sarimas, Sirnaraga, Rancabolang, Cisurupan dan Gedebage, Cisanggarung dan Citalaga Pasir.

Kolam Retensi Bima mulai dibangun pada tahun 2021 dengan kapasitas 5.512,5 meter kubik. Luas genangan kolam retensi ini mencapai 1.225 meter persegi dan kedalaman 4,5 meter.

Baca Juga: Kuota untuk September 2022 Dibuka, Mari Mengenal Jalur Pendakian Gunung Merbabu (1)

Fungsi kolam retensi di Jalan Bima yaitu sebagai penampung air hujan sementara untuk mereduksi banjir Sungai Citepus, khususnya untuk wilayah hilir yaitu Pagarsih.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, kolam retensi menjadi salah satu solusi mencegah atau mengurangi luapan air ketika volumenya melebihi permukaan sungai.

"Lebih dari 40 anak sungai (yang melintas ke Kota Bandung), salah satunya Sungai Citepus ini. Kami yakin yang biasa terjadi banjir di Astana Anyar juga Pagarsih bisa ditanggulangi," kata Yana saat meresmikan Kolam Rerensi Bima, Selasa 29 Agustus 2022.

Baca Juga: Satgas Ajak Siswa SMPN 3 Cileunyi Jaga Kelestarian Citarum, Ini Salah Satu Caranya!

Selain meminimalisir banjir, Yana berharap, kolam retensi di Jalan Bima juga menjadi manfaat untuk ruang publik bagi masyarakat.

"Tempat ini memberikan manfaat menjadi ruang publik sehingga pascapandemi Insyallah warga bisa meningkat imunitasnya," ujarnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi menyampaikan, salah satu daerah yang terjadi banjir di Kota Bandung yaitu Sungai Citepus daerah Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar.

Baca Juga: Garut Bisa Menjadi Pusat Pembibitan Benih Kopi Bersertifikat

Sebagai upaya menangani banjir, lanjutnya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga bekerjasama dengan Landmark untuk menertibkan bangunan di sempadan Sungai Citepus daerah tengah (yang merupakan hulu daerah pagarsih).

"Dulu upaya untuk menyelesaikan pagarsih ini pernah di buat tol air walaupun mengurangi banjir tapi masih terjadi luapan kejalan kemudian di buat kolam retensi sinaraga alhamdulillah berkurang," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X