Berkat FABA, Desa Terancam Hilang Diterjang Banjir Rob Bisa Diselamatkan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Selasa, 6 September 2022 | 11:16 WIB
PT PLN memanfaatkan abu sisa hasil pembakaran PLTU itu dimanfaatkan menjadi bahan material tanggul dan jalan yang kokoh sebagai penahan banjir (web.pln.co.id)
PT PLN memanfaatkan abu sisa hasil pembakaran PLTU itu dimanfaatkan menjadi bahan material tanggul dan jalan yang kokoh sebagai penahan banjir (web.pln.co.id)

KABAR ALAM - Sempat dikatagorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3), fly ash dan bottom ash (FABA) atau abu sisa hasil pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan material tanggul dan jalan.

Hal itu dibuktikan dengan upaya pengembangan pemanfaatan FABA oleh PT PLN (Persero). Abu sisa hasil pembakaran PLTU itu dimanfaatkan menjadi bahan material tanggul dan jalan yang kokoh sebagai penahan banjir.

Berkat FABA, warga Desa Bedono yang selama 15 tahun terakhir dihantui banjir rob, kini bisa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Hikayat di Balik Pesona Pulau dan Danau Satonda

“Sudah ada tanggul dan akses jalan beton FABA sekarang, aman dari banjir rob. Sudah enggak khawatir jadi desa hilang sekarang. Jalan yang dibangun dari FABA sudah menghubungkan kembali desa kami ke kabupaten,” ujar Kepala Desa Bedono, Agus Salim, seperti dikutip dari siaran pers PT PLN (Persero), Selasa, 6 September 2022.

Agus Salim menambahkan, ada beberapa desa yang hilang karena banjir rob. Desa Bedono pun terancam hilang karena wilayahnya sudah tergerus sepanjang 1 kilometer (km) karena rob.

“Sejauh 1 km ke arah utara dari lokasi ini dulu adalah salah satu dusun di Desa Bedono, sekarang hilang karena rob,” katanya.

Baca Juga: FAO Dukung KKP Kembangkan Budi Daya Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan

FABA yang diolah menjadi beton digunakan untuk material pembangunan tanggul dan jalan akses sebagai salah satu solusi mengatasi rob di desa tersebut. Pada tahap pertama, jalan sepanjang 50 meter, lebar 4 meter serta ketinggian 80 cm telah selesai dibuat oleh PLN UIK Tanjung Jati B dengan penyerapan FABA yang didapat lebih dari 50 persen.

Disebutkan, hasil uji laboratorium Universitas Diponegoro dan Dinas PUPR Kabupaten Demak sangat memuaskan yaitu antara K200–K400. Dengan ini maka jalan sangat aman untuk dilalui dari sepeda motor, gerobak, mobil, sampai dengan truk bermuatan 10 ton.

Pelaksana Proyek, Edi Djatmiko mengatakan, FABA yang merupakan residu batu bara dari PLTU ini mulai dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur sejak pertengahan 2021. Dia mengatakan, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dengan pemanfaatan FABA.

Baca Juga: Dukung Pembangunan Berkelanjutan, PT Pelni Resmikan Program Kampung Nelayan di Larantuka

“Ada banyak manfaat yang didapat dari pemanfaatan FABA. Selain terbukti untuk infrastruktur, FABA ini juga dapat menekan anggaran hingga 40 persen,” ujar Edy.

Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Agus Pambagio menuturkan, pembangunan jalan dan tanggul dengan material FABA sangat bagus dan dibutuhkan oleh masyarakat Desa Bedono dan wilayah sejenis lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Sumber: web.pln.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X