Capaian Baru 60 Persen, KLHK Gencarkan Industrialisasi Pengelolaan Sampah

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 9 September 2022 | 09:39 WIB
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat mengadakan Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Gaia Hotel, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis, 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat mengadakan Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Gaia Hotel, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis, 8 September 2022 (KABARALAM.com/Mia Nurmiarani)

KABAR ALAM - Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Novrizal Tahar, I.P.M. mengungkapkan, dari sisi regulasi, tata kelola sampah di Indonesia sudah mencukupi.

Hanya saja, pencapaian pengelolaan persampahan masih berada di angka 60 persen di tingkat nasional. Karena itu, Novrizal berpandangan, masih diperlukann strategi dan pendekatan pengelolaan sampah yang lebih masif untuk meningkatkan capaian tersebut.

"Social preneur bisa menjadi determinan ke depan untuk start up pelayanan pengelolaan sampah yang modern," kata Novrizal ketika menjadi pemateri pada Gelar Karya Ilmiah Perguruan Tinggi dalam Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan Cekungan Bandung di Hotel Gaia, Jalan Setiabudi, Kamis, 8 September 2022.

Baca Juga: Masalah Sampah Cekungan Bandung, Sekda Jabar: Penelitian Akademisi Harus Diimbangi Eksekusi

Diungkapkan Novrizal, KLHK memiliki sejumlah strategi dan pendekatan pengelolaan sampah secara nasional seperti Less Landfill Policy, gaya hidup minim sampah, peningkatan rasio daur ulang, dan industrialisasi pengelolaan sampah.

"Dalam industri pengelolaan sampah ini seperti waste to fertilizer, waste to electricity, waste to energy, waste material, dan waste to biogas," katanya.

Selain itu, Novrizal juga mengungkapkan pendekatan lain melalui jalur komunikasi publik, dan pengadaan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

Baca Juga: Jejak Ratu Elizabeth II di Konferensi Iklim COP26: Saatnya Beraksi, Bukan Basa-basi

"Kemudian ada juga penghargaan Adipura sebagai bagian dari pengawasan kinerja pemerintah daerah dan dukungan pendanaan baik dari retribusi daerah maupun bantuan luar negeri," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., SE, M.Eng. berharap, banyak penelitian yang dilakukan akademisi, terutama yang berkaitan dengan penanganan sampah di kawasan Cekungan Bandung, bisa diimbangi dengan aksi nyata di lapangan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X