KABARALAM - Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Iriandi Azwartika SP-1 dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan PAAI Ke-6 2022 dengan tema ”Sinergitas Pengelolaan Sumber Daya Air” menyampaikan bahwa air tanah merupakan sumber air yang dimanfaatkan oleh semua orang, namun saat ini belum mendapat perhatian. Iriandi menyampaikan agar masyarakat menggunakan air secara bijak, penggunaan air tanah yang berlebihan Dapat menyebabkan kekeringan.
Dalam sambutan sekaligus keynote speech yang disampaikan Iriandi, kondisi air pemukaan di pulau Jawa, sudah mengalami kelangkaan, dan tidak bisa memenuhi kebutuhan 1500 sampai 2000 liter per orang per kapita.
“Air tanah merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, namun memerlukan waktu yang lama untuk pembentukannya. Prosesnya bisa mencapai puluhan bahkan hingga ratusan tahun,” ujar Iriandi pada acara yang diselenggarakan Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI) di Hotel Holiday Inn, Bandung 8 November 2022.
Baca Juga: Berendam di Kolam Curug Cipeuteuy Dipercaya Sembuhkan Rematik, Encok dan Pegel Linu
Dikatakan Iriandi, penggunaan air tanah yang berlebihan justru dapat memengaruhi kualitas air bahkan lingkungan.
Kondisi air tanah di berbagai kota besar di Indonesia sendiri, sejak satu dasawarsa atau 10 tahun yang lalu dilaporkan mengalami penurunan.
Penggunaan air tanah secara masal ini sangat mengkhawatirkan serta dampak dari penggunaan air tanah berlebihan diantaranya adalah adanya intrusi air laut, dan sampai yang mencemari sumur penduduk, dan merusak bagunan bawah tanah lainnya.
Baca Juga: Wapres Ma’ruf Amin: Indonesia Terus Melakukan Langkah Konkret Mengatasi Krisis Iklim
Kemudian, landsubsidence, penurunan muka air tanah, seperti yang sedang terjadi di daerah pantai utara Jawa, muka tanah diperkirakan turun 5 cm setiap tahunnya, dan dampak yang paling mengkhawatirkan adalah kekeringan.
Hal itu disebabkan oleh penurunan muka air tanah secara massal, sehingga sungai menjadi kering, sumur penduduk habis airnya, mata air berhenti mengalir.
Sementara itu, Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah PAAI ke 6 2022 (PIT PAAI), Nofi Muhammad Alfan Asghaf, S.T., M.T. dalam kesempatan wawancara langsung dengan tim Kabaralam.com menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan PIT PAAI ini untuk mengumpulkan para ahli air tanah seluruh Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Terima Pembayaran Pertama dari Bank Dunia Atas Kinerja Pengurangan Emisi di Kaltim
“Jadi air tanah yang selama ini ada di kampus-kampus kemudian di instansi-instansi pemerintah kita kumpulkan sebagai wadah silaturahmi sebagai wadah untuk memulai pemikiran cari pemikiran pemikiran baru tentang tanah. Untuk memanfaatkan air tanah ini agar bisa bermanfaat lebih banyak ke masyarakat, tapi dengan mengutamakan konservasi air tanah,” jelas Alfan.