KABARALAM - Presiden Joko Widodo Widodo didampingi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menghadiri sekaligus membuka acara Investor Daily Summit 2022 yang diadakan di Assembly Hall, Jakarta Convention Center 11-12 Oktober 2022.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula , Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto dan Executive Chairman Beritasatu Media Holdings (BSMH) Enggartiasto Lukita.
Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan bahwa perubahan fundamental dalam ekonomi global saat ini sedang terjadi.
Baca Juga: Longsor di Bogor, Seorang Pemancing Meninggal Dunia
Dari yang dulunya relatif mudah diprediksi, mudah dihitung, mudah dikalkulasi menjadi dunia yang sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi, penuh dengan ketidakpastian yang tinggi, dan penuh dengan volatilitas yang tinggi.
“Kalau dulu biasanya semua negara ini mengejarnya pasti di bagaimana bunga bisa serendah mungkin, bagaimana inflasi bisa serendah mungkin. Dan, sekarang semuanya berubah. Ditambah lagi dengan konfrontasi geopolitik plus perubahan iklim, sehingga sekarang bisa kita lihat bencana alam makin sering terjadi,” ungkap Jokowi dalam sambutannya.
Dikatakan Jokowi, meski dengan ketidakpastian yang tadi ia menyampaikan bahwa Indonesia harus tetap optimis. Harus optimis itu. Tetapi, hati-hati dan waspada.
Baca Juga: Ini Daftar Keputusan Penting Pertemuan ASOEN ke-33 di Kamboja
“Karena apa pun angka-angka yang kita miliki, Indonesia, pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua kita termasuk yang terbaik di dunia, 5,44 persen. Inflasi juga masih terkendali. Setelah kenaikan BBM kita masih di angka di bawah 6 (persen), 5,9 (persen),” beber Jokowi.
Menurutnya hal Ini juga tetap harus disyukuri, karena jika dibandingkan dengan negara-negara lain sekarang ini, di Argentina sudah 83,5 persen dengan kenaikan suku bunga sudah 3.700 basis poin.
Di Indonesia inflasi 5,9 dengan perubahan suku bunga di 75 basis poin. Artinya, moneter di Indonesia masih pada posisi yang bisa dikendalikan.
Baca Juga: Road to HCPSN 2022: Melati Putih Lambang Kesucian dan Kemurnian Bangsa
“Karena apa? Yang saya lihat, yang saya lihat, di dalam keseharian antara bank sentral kita BI dan Kementerian Keuangan ini berjalan beriringan, berjalannya rukun, tidak saling tumpang tindih. Ini yang saya lihat, komunikasinya baik, sehingga fiskal dan moneter itu bisa berjalan bersama-sama,” ucap Presiden Joko Widodo.