KABAR ALAM - Ratu Elizabeth II wafat pada usia 96 tahun di Kastil Balmoral, Skotlandia, Kamis, 9 September 2022 waktu setempat.
"Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini. Raja dan Permaisuri akan tetap di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok," demikian pernyataan resmi pihak Istana Buckingham dalam akun Twitter resmi @The Royal Family.
Ratu Elizabeth II merupakan sosok pemegang pemerintahan terlama dalam monarki Britania Raya. Ia memerintah selama 70 tahun setelah naik takhta pada 6 Februari 1952 sepeninggal sang ayah, Raja George VI.
Ratu Elizabeth II yang lahir di London, 21 April 1926 ini, selain kenegarawanannya, juga merupakan sosok yang sangat peduli dengan lingkungan.
Baca Juga: Jejak Ratu Elizabeth II di Konferensi Iklim COP26: Saatnya Beraksi, Bukan Basa-basi
Selama hidupnya, ia selalu menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Menurut Profesor Kate Williams, sejarawan kerajaan Inggris, untuk posisi seorang pemimpin, Ratu Elizabeth II selalu menerapkan gaya hidup yang sederhana.
"Sebagai pribadi, dia sangat hemat, dan ini sangat terkait dengan pengasuhannya sebagai anak yang dibesarkan ketika Perang Dunia berkecamuk," katanya seperti dikutip KABAR ALAM dari news.sky.com.
Ia mengatakan, Ratu Elizabeth II juga sering menggunakan kembali kertas kado bekas, menyimpan furnitur selama beberapa dekade, mengenakan kembali pakaian lamanya, bertani madu di Istana Buckingham dan berlibur di Skotlandia di perkebunan Balmoral miliknya.
Kecintaannya terhadap lingkungan pun tak diragukan dengan keterlibatannya dengan beberapa organisasi lingkungan dari mulai Africa Park hingga Queen Elizabeth II Botanic Park di Kepulauan Cayman.
Baca Juga: Cegah Terorisme, Pemkab Garut Teken MoU Pemanfaatan Hutan dengan BNPT, Perhutani dan LMDH Buana Mukti
Prof. Williams mencatat bahwa walau cukup sulit bagi keluarga kerajaan untuk berbicara tentang masalah lingkungan, tindakan Ratu Elizabeth II dalam keseharian membuat hal itu terbantahkan.
Pada 2019 misalnya, Ratu Elizabeth II memutuskan untuk berhenti memakai bulu asli untuk pakaian kesehariannya. Apa pun pakaiannya di masa mendatang, hanya akan menggunakan bulu palsu.
Menurut laporan Lyst's 2020 Conscious Fashion keputusan Ratu Elizabeth II tersebut mendorong lonjakan 52 persen dalam pencarian produk bulu palsu ketika itu.
Sementara, menandai Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II atau perayaan 70 tahun kepemimpinannya di Inggris pada Juni 2022, ia menginisiasi gerakan Queen's Green Canopy (QGC).
Baca Juga: Menko Luhut Ajak Negara G20 Bangun Ekonomi Biru dan Hijau
Queen's Green Canopy adalah inisiatif penanaman pohon unik yang mengundang orang-orang dari seluruh Inggris untuk menanam pohon atau "Plant a Tree for the Jubilee".
Setiap orang mulai dari individu hingga kelompok Pramuka dan pemandu putri, desa, kota, kabupaten, sekolah, dan perusahaan akan didorong untuk memainkan peran mereka dalam meningkatkan lingkungan kita dengan menanam pohon.
Dengan fokus pada penanaman secara berkelanjutan, Queen's Green Canopy mendorong penanaman pohon untuk menciptakan warisan yang akan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Selain mengajak penanaman pohon baru, Queen's Green Canopy mendedikasikan jaringan 70 hutan kuno di seluruh Inggris dan mengidentifikasi 70 pohon kuno.***