berita

Ratusan Warga Terdampak Banjir Pekalongan Masih Bertahan di Pengungsian, Hasil Cek Medis Banyak yang Gatal-Gatal

Selasa, 4 Februari 2025 | 20:48 WIB
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan memberikan layanan medis secara cuma-cuma bagi warga terdampak banjir, di wilayah Kecamatan Tirto (jatengprov.go.id)

Layanan Medis Gratis

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan memberikan layanan medis secara cuma-cuma bagi warga terdampak banjir, di wilayah Kecamatan Tirto.

Layanan kesehatan tersebut disediakan di Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, yang menjadi salah satu posko pengungsian warga.

Baca Juga: Pantai Bedul, Destinasi Wisata Alam Memikat Hati di Taman Nasional Alas Purwo

Petugas Puskesmas Tirto, Dina Maryani, mengungkapkan, pihaknya memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak, sejak Kamis, 30 Januari 2025.

“Sampai hari ini, jumlah pasien yang datang cukup banyak. Mayoritas mengeluhkan penyakit seperti batuk, pilek, pusing, dan gatal-gatal,” ujarnya, saat ditemui di Posko Pengungsian Kecamatan Pekalongan Barat, Senin, 3 Februari 2025.

Menurut Dina, kondisi di posko pengungsian yang masih serba terbatas, menjadi salah satu faktor penyebab munculnya gangguan kesehatan pada pengungsi.

Baca Juga: Alasan Perairan Pulau Harapan Jadi Surganya Spot Snorkeling dan Free Diving di Kepulauan Seribu

Kurangnya fasilitas tidur yang layak serta paparan udara dingin di malam hari, membuat warga lebih rentan terkena masuk angin dan penyakit lainnya.

“Di posko pengungsian, kondisi masih seadanya. Banyak warga tidur di bawah tanpa alas yang cukup nyaman, sehingga mereka mudah masuk angin. Kami mengimbau para pengungsi untuk tetap menjaga kesehatan, mengenakan pakaian hangat, serta memastikan asupan makanan dan minuman yang cukup,” jelasnya.

Ditambahkan, tim medis dari Puskesmas Tirto menyediakan obat-obatan secara gratis bagi warga yang membutuhkan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, atau menyesuaikan dengan jumlah masyarakat yang datang.

Baca Juga: Yuk, Belajar Mangrove di MEC Taman Nasional Alas Purwo!

“Kami berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Jika jumlah pasien yang datang cukup banyak, kami akan menyesuaikan waktu pelayanan, agar semua bisa mendapatkan pemeriksaan,” beber Dina.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, imbuhnya, sebagian besar pasien yang datang adalah orang dewasa dan lansia. Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan kasus penyakit berat yang memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.

“Sampai saat ini, sakit yang diderita warga masih tergolong ringan. Kebanyakan adalah penyakit akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung,” imbuhnya.***

Halaman:

Tags

Terkini