Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
“Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” tulisnya.***
Artikel Terkait
Mau Agustusan di Puncak Gunung Semeru? Cek Status Pendakian, Link dan 8 Prosedur Pendaftaran Online Ini
Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat dan Jalur Penerbangan Menjauh
Hoax! Pesan Suara Catut Nama BMKG Sebut Akan Terjadi Gempa di Waduk Cirata dan Erupsi Gunung Gede
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Ini Imbauan PVMBG untuk Masyarakat