Pemkot Tangerang Perkuat Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Ini Sejumlah Langkah yang Dilakukan

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:35 WIB
Pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Tangerang (tangerangkota.go.id)
Pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Tangerang (tangerangkota.go.id)

KABAR ALAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat strategi pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi menjelaskan, pengelolaan sampah dilakukan secara bertingkat yang dimulai dari sumbernya di tingkat rumah tangga.

Masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik melalui berbagai program seperti bank sampah, sedekah sampah dan pengelolaan B3 rumah tangga.

Baca Juga: Terpopuler 29 Oktober 2025, Penghentian Proyek PSEL di Kota Tangerang Paling Bikin Penasaran

"Sampah anorganik dari warga kami dorong masuk ke bank sampah yang tersebar di seluruh kecamatan. Warga dapat menukarkan hasil tabungan sampah dengan uang tunai atau kebutuhan pokok seperti sembako. Sementara sampah organik diarahkan ke proses biokonversi maggot yang dikelola oleh TPS3R dan ITF,” jelas Wawan pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Diungkapkan, Kota Tangerang memiliki tujuh Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan satu Intermediate Treatment Facility (ITF) yang berperan sebagai pusat pemrosesan antara sebelum sampah dibawa ke TPA Rawa Kucing.

"Dari sistem ini, hasil penjualan produk daur ulang dan biokonversi sebagian juga disalurkan ke BAZNAS Kota Tangerang untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Baca Juga: Enggak Perlu Naik Gunung untuk Menikmati Sunrise Indah, Cukup Datang ke Arunika Eatery Kuningan

Dalam mendukung operasional harian, DLH Kota Tangerang mengerahkan 238 bentor (becak motor) pengangkut sampah, 256 TPS (Tempat Penampungan Sementara) serta 209 unit armada truk yang melayani pengangkutan ke berbagai titik pengelolaan.

Infrastruktur ini dioptimalkan untuk memastikan proses pengumpulan dan pemilahan berjalan efektif dan efisien.

Pengelolaan TPA Rawa Kucing

Selain itu, pengelolaan di TPA Rawa Kucing kini tidak hanya bersifat sekadar pembuangan akhir. Melalui program pengolahan gas metana hingga Refuse Derived Fuel (RDF) yang mampu mengurangi dampak pencemaran sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Baca Juga: Kalau Mau Gathering Perusahaan di Kuningan, Ipukan Highland Direkomendasikan Nih!

“Kami berupaya menjadikan pengelolaan sampah di Kota Tangerang bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang nilai tambah ekonomi, sosial dan lingkungan,” jelas Wawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X