10 Ton Sampah Berhasil Diangkut dari Pintu Air Sumpung Bekasi

photo author
Endan Suhendra, Kabar Alam
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 04:51 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi membersihkan dan mengangkut sampah di Pintu Air Sumpung, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis, 23 Oktober 2025 (bekasikab.go.id)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi membersihkan dan mengangkut sampah di Pintu Air Sumpung, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis, 23 Oktober 2025 (bekasikab.go.id)

KABAR ALAM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi membersihkan dan mengangkut sampah di Pintu Air Sumpung, Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis, 23 Oktober 2025.

Paling tidak 10 ton sampah berhasil diangkut dalam kegiatan yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah 2 DLH Kabupaten Bekasi ini.

Aksi bersih-bersih sampah ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir di musim hujan.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Sosialisasikan Perpres Nomor 109 Tahun 2025, Momentum Perubahan Menuju Indonesia Bersih, Asri, dan Berkelanjutan

Kepala UPTD Wilayah 2 DLH Kabupaten Bekasi, Adi Suryana, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah yang dapat menimbulkan efek bendung pada aliran kali dan memperparah risiko banjir di kawasan sekitarnya.

“Kami berupaya memastikan aliran air tetap lancar. Jika sampah dibiarkan menumpuk, air bisa meluap dan menyebabkan genangan bahkan banjir di pemukiman warga,” ujar Adi.

Dalam aksi tersebut, UPTD Wilayah 2 menurunkan dua unit mobil pengangkut sampah dan sejumlah petugas kebersihan. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Bukan Kebetulan, Ini Pesan Ekologis di Balik Kemunculan Harimau Sumatera di Kantor BRIN Agam

Beragam jenis sampah diangkut dari lokasi, mulai dari plastik, ranting pohon, hingga limbah rumah tangga. Seluruh material itu menumpuk di sekitar pintu air dan menghambat aliran sungai.

Jika tidak segera ditangani, tumpukan tersebut dapat menimbulkan efek bendung yang memperparah dampak banjir.

“Material seperti plastik dan limbah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar. Saat hujan deras, tumpukan itu bisa menghalangi arus air dan menyebabkan genangan di area padat penduduk,” jelasnya.

Baca Juga: Tangkal Pinus Lembang Bagikan Manfaat Forest Bathing atau Shinrin-yoku

Program Rutin Pemeliharaan Sungai

Adi menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pemeliharaan sungai yang menjadi prioritas DLH Kabupaten Bekasi. Pembersihan dilakukan secara berkala di sejumlah titik rawan untuk memastikan fungsi sungai dan pintu air tetap optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Endan Suhendra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X